Hari Ibu, Keterampilan Baru untuk Janda Dhuafa
Foto - Dok Humas BSI.
Peringatan Hari Ibu kerap dirayakan dengan bunga, ucapan, dan seremoni. Namun bagi Bank Syariah Indonesia BSI Region Kalimantan, Hari Ibu dimaknai sebagai momentum menghadirkan harapan yang nyata. Bukan sekadar simbol, melainkan keterampilan yang bisa mengubah hidup.
Melalui program Mitra Terapis by BSI, BSI Kalimantan menggelar pelatihan pijat refleksi bagi para janda dhuafa di Kantor BSI KCP Kertak Hanyar, Banjarmasin.
Program ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus jalan baru menuju kemandirian ekonomi bagi perempuan yang selama ini berada dalam posisi rentan.
Regional CEO BSI Region Kalimantan Sefudin Suria Hidayat menegaskan esensi Hari Ibu adalah keberpihakan pada kehidupan yang lebih baik. Ia menyampaikan bahwa bantuan paling bermakna bukanlah yang habis dalam sehari, melainkan yang tumbuh menjadi kemampuan jangka panjang.
“Pelatihan pijat refleksi dipilih karena relatif mudah dipelajari, dapat dilakukan dari rumah, dan memiliki peluang pasar yang luas. Dengan keterampilan ini, para peserta diharapkan mampu menambah penghasilan keluarga sekaligus membangun rasa percaya diri untuk bangkit dan mandiri,”terangnya.
Kegiatan ini melibatkan sinergi berbagai unsur internal dan mitra. Ikatan Istri Karyawan IIK BSI, BSI Maslahat Banjarmasin, serta Aqilla’s Massage Therapy hadir memastikan pelatihan berjalan hangat, terarah, dan tepat sasaran. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan membutuhkan kebersamaan, bukan kerja sendiri.

Ketua IIK BSI RO IX Kalimantan Shanti Agustina Sefudin menyampaikan bahwa keterlibatan IIK BSI merupakan bentuk solidaritas perempuan kepada perempuan. Melalui pelatihan ini, para janda dhuafa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga dorongan mental untuk percaya bahwa mereka memiliki potensi besar.
“Kemandirian perempuan berawal dari akses terhadap pengetahuan dan kesempatan. Ketika perempuan diberi ruang untuk belajar dan berkembang, dampaknya akan langsung terasa bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” kata Shanti Agustina Sefudin.
Pelatihan dipandu oleh Aryadi Rachman dari Aqilla Massage Therapy dengan pendekatan praktik langsung. Peserta dikenalkan pada konsep dasar pijat refleksi, pemahaman titik-titik refleksi, teknik tekanan yang aman, hingga prinsip kenyamanan dan kebersihan layanan. Materi juga mencakup etika pelayanan agar keterampilan yang dimiliki tetap profesional dan bertanggung jawab.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta dengan antusias mengikuti arahan, mencoba teknik pijat satu sama lain, serta berdiskusi mengenai peluang penerapan keterampilan ini di lingkungan mereka. Bagi sebagian peserta, ini bukan sekadar pelatihan, tetapi awal dari harapan baru.
Sefudin menambahkan bahwa keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat berkembang menjadi layanan rumahan, berbasis komunitas, hingga usaha mikro yang lebih terstruktur. Ia menegaskan bahwa BSI ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan syariah, tetapi sebagai mitra yang ikut menguatkan kehidupan masyarakat.
Hari Ibu kali ini tidak hanya dirayakan dengan kata-kata. Di ruang pelatihan sederhana itu, keterampilan baru ditanamkan, harapan dinyalakan, dan langkah kecil menuju kemandirian mulai dijalani. Bagi para janda dhuafa, Hari Ibu menjadi momentum untuk bangkit dan menata masa depan dengan tangan mereka sendiri.(Olpah Sari).
