Enam Bulan Berlatih, Shaika Mulia Langsung Jadi Juara
Atlit Muda Sambo Banjarmasin, Shaika Mulia.
Hanya dalam waktu enam bulan mengenal dan menekuni olahraga sambo, Shaika Mulia, siswi MTs Negeri 2 Banjarmasin, langsung membuat kejutan. Remaja 14 tahun itu sukses meraih gelar juara kedua pada ajang Porprov Kalimantan Selatan tahun 2025 dan menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di cabang olahraga ini.
Sebagai atlet muda Sambo Kota Banjarmasin, Shaika tidak memasang target muluk. Statusnya sebagai pemula membuatnya fokus memperkuat teknik dasar dan ketahanan fisik. Namun kerja keras itu justru membawanya pada hasil di luar dugaan. Pelatih pun terkejut melihat lonjakan performa puteri pasangan Fitriadi dan Suci Muliani tersebut.
Cucu dari tokoh radio amatir Landasan Ulin Utara, Banjarbaru, Muhammad Hatta “Mining” ini dikenal gigih dan disiplin. Setiap sesi latihan dijalaninya dengan keseriusan penuh.
“Ulun tertarik olahraga beladiri sambo bermula dari ajakan sang ayah, yang juga suka olahraga beladiri.Namun abah tidak melarang ulun menekuni olahraga Sambo, beliau mendukung sekal,” tutur Shaika, kepada awak media, di Banjarmasin , Selasa (25/11/2025).
Ayah yang seorang pekerja pencuci bus milik Pemko Banjarmasin hanya mendorong Shaika berlatih untuk kesehatan dan kemampuan beladiri, mengingat perempuan rentan terhadap tindak kejahatan.
Namun Shaika justru menemukan potensi besar dalam dirinya. Prestasinya di Porprov menjadi bukti bahwa dedikasi mampu membawa seseorang melampaui ekspektasi.
Menurut Shaika, sambo membuat tubuh lebih bugar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. Menekuni sambo juga memberi banyak manfaat, mulai dari kesehatan fisik, seperti peningkatan stamina, kekuatan, dan daya tahan, hingga pembentukan karakter seperti disiplin, rasa hormat, dan persahabatan.
Dari sisi teknik, sambo efektif sebagai bela diri karena menggabungkan gulat, lemparan, dan kuncian untuk melumpuhkan lawan secara cepat, serta relevan dalam kompetisi MMA.
Sambo sendiri merupakan olahraga bela diri asal Rusia yang dikembangkan pada 1920-an di Uni Soviet sebagai sistem pertahanan diri tanpa senjata (“samozashchita bez oruzhiya”) untuk meningkatkan kemampuan tempur Tentara Merah. Olahraga ini memadukan teknik dari berbagai disiplin seperti judo, gulat tradisional, dan jujitsu.
Dengan pencapaian awal yang impresif, Shaika Mulia kini menjadi harapan baru dunia sambo Kalsel. Perjalanannya membuktikan bahwa langkah sederhana dengan niat kuat dapat mengantarkan pada panggung prestasi yang lebih besar. .(Muhammad Irfani).
