Ekonomi Kalsel Menguat, Fiskal Butuh Waspada

0
DJP KALSELTENG

Foto - Humas DJP Kalselteng.

Kementerian Keuangan Satu Kalimantan Selatan kembali mempublikasikan kinerja APBN regional dengan catatan yang relatif menggembirakan. Perekonomian daerah masih menunjukkan daya tahan yang kuat, ditopang konsumsi rumah tangga, aktivitas perdagangan, serta geliat sektor pertambangan dan industri pengolahan.

Namun di balik angka-angka yang tampak menjanjikan, pemerintah pusat dan daerah tetap diberi sinyal agar waspada terhadap tekanan fiskal yang mulai terasa.

“Pemulihan ekonomi nasional dan regional masih terjaga, terlihat dari indikator belanja pemerintah yang terserap stabil serta pendapatan negara di Kalsel yang tumbuh moderat,” demikian Sugiyarto, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Kalselteng dalam keterangan resminya,Selasa (25/11/2025).

Aktivitas ekspor batubara dan crude palm oil turut menjaga ruang gerak perekonomian meski volatilitas harga komoditas global masih menjadi tantangan utama. Kinerja positif ini memperlihatkan bahwa mesin ekonomi Kalsel tetap bergerak secara terukur.

Meski demikian, ruang fiskal harus dijaga agar tidak terlalu renggang. Belanja negara di Kalsel cenderung meningkat untuk menopang program perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, dan stabilisasi ekonomi daerah.

Sementara itu, tekanan dari sisi global seperti pelemahan permintaan mitra dagang, fluktuasi nilai tukar, dan dinamika geopolitik dapat mempengaruhi pendapatan negara. Kondisi ini membuat kemampuan fiskal pemerintah perlu dikelola dengan penuh kehati-hatian.

Defisit fiskal memang masih dalam batas wajar, tetapi efisiensi dan kualitas belanja menjadi kunci. Pemerintah pusat menekankan pentingnya menjaga belanja yang produktif, mengarahkan stimulus ke sektor prioritas, serta memastikan bahwa setiap anggaran yang digelontorkan memberikan manfaat langsung terhadap perekonomian dan kesejahteraan publik di Kalsel.

Di tingkat daerah, pemda juga dituntut memperkuat koordinasi dalam pengelolaan transfer ke daerah dan Dana Desa agar program pembangunan berjalan sinkron dengan arah kebijakan fiskal nasional. Optimalisasi pendapatan asli daerah diproyeksikan menjadi strategi penting agar ketergantungan terhadap APBN tidak terlalu tinggi.

“Kalsel memiliki peluang pertumbuhan yang besar, terutama melalui diversifikasi ekonomi di sektor hilirisasi pertambangan, industri agro, dan ekonomi jasa. Tetapi peluang itu perlu dikawal dengan disiplin fiskal yang kuat,” jelas Sugiyarto, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Kalselteng.

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi yang menguat hanya akan berkelanjutan jika fondasi fiskalnya kokoh. Pemerintah pusat dan daerah dituntut untuk tetap siaga menghadapi tekanan eksternal maupun internal agar momentum ekonomi Kalsel tidak goyah.

Dalam konteks itulah publikasi kinerja APBN oleh Kemenkeu Satu Kalsel menjadi penting, bukan hanya sebagai laporan, tetapi sebagai pengingat bahwa stabilitas ekonomi tidak datang dari pertumbuhan semata, melainkan dari kewaspadaan dalam menjaga keseimbangan fiskal.(Muhammad Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!