Mengalirkan Cerdas Finansial dari Sungai Kalsel

0
KELAS SUNGAI

Di Kalimantan Selatan, sungai tidak hanya menjadi jalur transportasi dan denyut kehidupan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, sungai kembali menegaskan perannya sebagai ruang belajar yang hidup bagi generasi muda.

Inisiasi kelas literasi keuangan di atas perahu oleh Bank Kalsel memberi makna baru bagi sungai sebagai ruang yang mengalirkan pengetahuan sekaligus membangun kedekatan emosional para pelajar dengan identitas daerahnya.

Belajar di atas perahu sesungguhnya bukan hal baru bagi masyarakat Banua. Tradisi sekolah terapung sudah tercatat sejak era sebelum kemerdekaan ketika guru rakyat menjadikan lanting sebagai tempat mengajar anak anak kampung sepanjang tepian Barito.

Pada dekade tujuh puluhan sejumlah guru di wilayah pelosok Batola dan Hulu Sungai masih menggunakan perahu untuk kegiatan belajar mengajar terutama ketika air pasang menghalangi akses darat. Jejak historis ini menjadikan model pembelajaran berbasis sungai sebagai khazanah pendidikan khas Kalsel yang terus berkembang hingga hari ini.

Konsep kelas literasi keuangan yang dilaksanakan Bank Kalsel menjadi babak baru transformasi pendidikan berbasis budaya sungai. Tidak hanya mengenalkan cara mengelola uang. Program ini menghadirkan pengalaman belajar nyata yang dikemas melalui perjalanan menyusuri sungai sambil memahami ekosistem ekonomi lokal seperti pasar terapung, aktivitas pedagang kecil, hingga perputaran transaksi mikro yang menjadi fondasi ekonomi masyarakat pesisir.

Pendekatan kontekstual semacam ini terbukti mampu meningkatkan daya tangkap pelajar terhadap konsep dasar perencanaan finansial, tabungan, investasi kecil, hingga potensi ekonomi digital.

Sejumlah penelitian menunjukkan metode pembelajaran berbasis pengalaman dapat meningkatkan pemahaman siswa hingga lebih baik dibanding metode konvensional. Studi pendidikan lingkungan berbasis sungai yang dilakukan pada 2021 menunjukkan aktivitas belajar yang terikat dengan ruang hidup lokal meningkatkan retensi informasi siswa dan memperkuat hubungan sosial mereka dengan komunitas.

Hal ini juga terlihat dalam program Bank Kalsel yang tidak hanya mengajari cara mengelola keuangan tetapi juga menanamkan rasa memiliki terhadap potensi ekonomi di daerah mereka sendiri.

Program ini memberikan dua manfaat strategis. Pertama literasi keuangan menjadi lebih mudah dipahami dan terasa dekat dengan realitas keseharian pelajar. Mereka melihat sendiri bagaimana ekonomi keluarga dan masyarakat bergerak di sekitar sungai yang selama ini menjadi ruang hidup mereka.

Kedua kelas di atas perahu membuka mata generasi muda terhadap potensi wisata bahari dan sungai sebagai sektor masa depan yang dapat dikembangkan melalui kreativitas mereka. Edukasi keuangan yang dikemas dalam perjalanan wisata edukatif memantik minat baru terhadap pengembangan ekowisata sungai yang kini menjadi salah satu kekuatan pariwisata Kalsel.

Inisiasi Bank Kalsel menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak harus jauh dari akar budaya masyarakat. Ketika ruang belajar berpindah ke tengah sungai para pelajar merasakan pengalaman yang tidak hanya informatif tetapi juga membentuk karakter.

Mereka belajar bahwa keuangan bukan sekadar angka melainkan alat untuk mengelola masa depan. Mereka juga memahami bahwa sungai bukan hanya bentang air tetapi bagian dari identitas ekonomi dan sosial masyarakat Banua.

Mengalir bersama air sungai kelas literasi keuangan ini menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi. Ini membuka jalan bagi generasi muda Kalsel untuk tumbuh sebagai pribadi yang cerdas finansial tetapi tetap berpijak pada budaya daerahnya.

Sungai kembali mengalirkan pengetahuan sebagaimana ia mengalirkan kehidupan dan menjadi ruang belajar yang menyatukan masa lalu masa kini dan masa depan Banua.(Muhammad Irfani).

Muhammad Irfani, Jurnalis Economic Travelling.Com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!