Kalsel Perkuat Posisi Strategis Indonesia melalui WIC

0
MUHIDIN

Gubernur Kalsel H Muhidin dan istri usai memberikan sambutan dalam pembukaan Bazar Amal ke-56 Women’s International Club (WIC) di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (19/11/2025).(Foto - Biro Adpim Pemprov Kalsel).

Kalimantan Selatan (Kalsel) tampil sebagai penggerak utama diplomasi budaya dan kemanusiaan Indonesia dalam pembukaan Bazar Amal ke-56 Women’s International Club (WIC) di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (19/11/2025).

Dengan mengusung tema “Kalimantan Selatan: The Soul of Borneo”, provinsi ini tidak hanya memamerkan identitas budaya, tetapi juga memainkan peran strategis dalam memperkuat citra Indonesia di mata komunitas internasional.

Acara dibuka oleh Istri Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming, didampingi Gubernur Kalsel H. Muhidin dan Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin. Kehadiran kuat unsur pimpinan provinsi ini menjadi sinyal bahwa Kalsel tengah memanfaatkan panggung WIC sebagai medium soft power untuk memperluas pengaruh Indonesia melalui budaya, UMKM, dan diplomasi sosial.

Sebagai tuan rumah utama, Kalsel menggunakan event internasional yang berlangsung 19–20 November 2025 tersebut sebagai platform strategis untuk memproyeksikan wajah Indonesia yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing. Dekorasi bernuansa etnik Banjar, penampilan Tari Baksa Kambang, serta kurasi produk unggulan UMKM menjadi elemen strategis yang menegaskan kekayaan identitas Nusantara kepada 41 kedutaan besar dan ratusan pelaku bisnis internasional yang hadir.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menekankan bahwa WIC bukan sekadar bazar, melainkan ruang yang efektif untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring budaya global.
“Acara ini menjadi ruang pertemuan yang menyatukan keberagaman dalam semangat kemanusiaan. Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Pelindung Nasional WIC, Ny. Selvi Gibran Rakabuming, menegaskan pentingnya kolaborasi daerah dalam mendukung agenda nasional. Ia menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi WIC dalam mendukung pembangunan SDM, sejalan dengan program strategis pemerintah pusat.

Seremoni pembukaan ditandai dengan pemukulan Babun, alat musik tradisional Kalsel, diikuti peninjauan berbagai stan: 41 stan kedutaan besar, 225 stall bisnis, dan stall amal termasuk White Elephant yang menyediakan barang layak pakai bagi masyarakat prasejahtera.

Organisasi WIC yang telah berdiri lebih dari 70 tahun dikenal sebagai penggerak diplomasi sosial dan solidaritas internasional. Penggalangan dana melalui bazar ini akan disalurkan untuk berbagai program sosial mulai dari bantuan panti jompo, panti asuhan, beasiswa universitas negeri, hingga layanan barang murah.

Dengan tampil dominan di WIC 2025, Kalsel membuktikan bahwa kekuatan politik suatu daerah tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga lewat diplomasi budaya dan kemanusiaan yang mampu menguatkan posisi Indonesia di panggung global. Provinsi ini menunjukkan bahwa daerah dapat menjadi aktor strategis dalam memperluas jejaring internasional dan menegaskan identitas bangsa melalui soft power yang efektif.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!