Kalsel Waspada Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun. Sejumlah komoditas dinilai rawan naik, terutama beras, gula, cabai, hingga telur, seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada periode libur panjang dan perayaan keagamaan.
Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar rapat koordinasi untuk memetakan potensi kenaikan harga dan menyiapkan langkah antisipasi. Pemerintah menegaskan tidak ingin masyarakat terbebani oleh situasi lonjakan permintaan yang sering terjadi pada penghujung tahun.
Menurut pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, tanda-tanda kenaikan mulai terlihat. Sejumlah harga kebutuhan pokok merangkak naik secara perlahan dalam dua pekan terakhir.“Biasanya akhir tahun memang ramai. Stok cepat habis dan beberapa harga sudah mulai naik,” ujar Ami Lasmi seorang pedagang.
Pemprov Kalsel merespons cepat fenomena ini. Langkah penguatan pasokan dari wilayah produsen di Kalimantan Selatan terus dilakukan, termasuk optimalisasi distribusi Bulog ke pasar-pasar utama.
Pemerintah juga menyiapkan operasi pasar dan memperluas pasar murah di sejumlah kabupaten/kota sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Kami sudah siapkan skema antisipasi. Fokus kami memastikan pasokan aman dan harga tetap stabil menjelang pergantian tahun,” ungkap Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair kepada awak media dan Media Center Kalsel, di Banjarbaru, Senin (17/11/2025).
Selain menjaga pasokan, pemerintah daerah juga menyoroti potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem. Kelancaran jalur logistik menjadi perhatian penting agar tidak terjadi hambatan yang memicu lonjakan harga tiba-tiba.
Bulog Kalimantan Selatan memastikan stok aman untuk menghadapi lonjakan permintaan hingga beberapa bulan ke depan. Penyaluran komoditas pangan dapat ditambah sewaktu-waktu jika kondisi memerlukan.
“Ketersediaan aman. Jika ada peningkatan permintaan, kami siap menambah distribusi,” tambah Miftahul Chair.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Kalsel optimistis inflasi dapat tetap terkendali hingga akhir tahun. Masyarakat pun diimbau berbelanja secara bijak dan tidak melakukan aksi borong yang berpotensi mengganggu stabilitas harga.(Olpah Sari).
