Tabalong dan Babak Baru Keamanan Pangan Nasional

0
LABORATORIUM MBG

Ada momen penting yang menandai arah baru keamanan pangan Indonesia ketika Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis resmi diperkenalkan di Kabupaten Tabalong.

Di sebuah forum diskusi di Aula Aberani Sulaiman, Balai Besar POM Banjarbaru mengumumkan kelahiran fasilitas yang kelak menjadi proyek percontohan nasional.

Suasana forum hari itu tidak hanya memperlihatkan rapat kerja biasa, melainkan sebuah langkah besar yang menegaskan bahwa pengawasan pangan bagi peserta didik kini memasuki fase yang lebih terstruktur dan ilmiah.

Kepala Badan POM RI Prof Taruna Ikrar menyampaikan pandangan yang penuh keyakinan. Peluncuran laboratorium ini bukan sekadar peresmian satu fasilitas baru, melainkan penanda dimulainya safari pengawasan pangan sekolah dari Kalimantan Selatan.

Dari Banua inilah langkah pengawasan sistematis terhadap pangan MBG dimulai. Melalui laboratorium ini setiap bahan pangan dan menu yang disajikan kepada anak sekolah dapat diuji, dipastikan aman, dan disaring dari segala potensi risiko kesehatan.

Kehadiran laboratorium menjadi perisai pertama sekaligus paling penting agar program makan bergizi tidak menyisakan ancaman bagi para penerima manfaat.

Di balik lahirnya fasilitas ini terdapat dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Tabalong yang menghibahkan lahan untuk pembangunan laboratorium dan layanan SPPG. Sebuah keputusan yang memperlihatkan bahwa daerah memahami sepenuhnya pentingnya keamanan pangan anak sekolah.

Langkah itu tidak hanya mencerminkan komitmen, tetapi juga visi jangka panjang untuk memastikan generasi muda tumbuh tanpa dibayangi risiko keracunan atau konsumsi pangan yang tidak sesuai standar.

 

Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis resmi diperkenalkan di Kabupaten Tabalong. (Foto – Dok MC Kalsel).

Di forum yang sama Badan POM menyoroti persoalan yang lebih luas. Indonesia masih dibebani angka stunting yang tinggi, kasus kekurangan gizi yang merata, serta penyakit seperti tuberkulosis dan diabetes yang terus meningkat.

Semua itu menunjukkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, lembaga kesehatan, dan masyarakat. Pangan aman menjadi titik awal dari rantai panjang perbaikan kesehatan bangsa.

Pendampingan terhadap UMKM juga mendapat perhatian serius. Dari jutaan pelaku usaha yang bergerak di pangan, obat tradisional, dan kosmetik, hanya sebagian yang telah memperoleh sertifikasi dan perizinan resmi.

Badan POM mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan standar mutu agar produk mereka tidak hanya aman di pasar lokal tetapi juga mampu bersaing secara nasional. Upaya ini menjadi penting karena pangan yang aman bukan hanya urusan meja makan sekolah, tetapi bagian dari budaya kesehatan yang harus dibangun dari hulu hingga hilir.

Kalimantan Selatan kini memiliki tiga UPT Badan POM yang beroperasi di Tabalong, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru. Namun kebutuhan pengawasan yang terus meningkat membuat rencana penambahan satu hingga dua UPT baru mulai disiapkan. Rencana itu hanya dapat tercapai jika pemerintah daerah terus memberi dukungan karena pengawasan pangan dan obat adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya terasa luas bagi masyarakat.

Dengan mulai beroperasinya Laboratorium Pangan MBG pertama di Tabalong, Kalimantan Selatan resmi berdiri sebagai pelopor pengawasan pangan sekolah di Indonesia. Kehadiran laboratorium ini membawa pesan kuat bahwa keamanan pangan bukan pilihan, tetapi keharusan yang melindungi masa depan anak bangsa. Langkah ini memberi fondasi kokoh bagi lahirnya generasi sehat, cerdas, dan produktif menuju cita cita Indonesia Emas dua ribu lima puluh.

Dan dari Kabupaten Tabalong, tonggak perubahan itu kini telah berdiri.(Tim Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!