Menyiapkan Generasi Siaga dan Berjiwa Pancasila

0
ABBY KULON PROGO UTAMA

Belajar tentang Pancasila dan mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan.(Foto - Dok Tim Abby).

Gema Arundhita Nusantara dan Lemdiklat Eagle Bangun Karakter Anak Sejak Dini di Kulon Progo

Di tengah rindangnya pepohonan Pandanalas Edupark, Tanjungharjo, Nanggulan, tawa anak-anak menggema. Namun hari itu bukan sekadar bermain, mereka belajar tentang Pancasila dan mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Organisasi Gema Arundhita Nusantara bekerja sama dengan Lemdiklat Eagle Training and Education Elang Khatulistiwa Indonesia serta didukung oleh BPBD Kabupaten Kulon Progo. Tujuannya sederhana tapi mendasar, menyiapkan generasi muda yang siaga menghadapi bencana dan berjiwa Pancasila.

Sebanyak 154 siswa dan 24 guru dari SDN Kemukus dan SDN Tanjungharjo mengikuti kegiatan edukatif ini. Mereka diajak memahami nilai-nilai dasar Pancasila, pentingnya saling menghormati, serta cara menyelamatkan diri jika bencana terjadi,  semua dikemas dalam suasana ceria lewat metode bermain sambil belajar.

“Pendidikan karakter bangsa harus dimulai sejak usia dasar,” ujar RR. Sri Puji Riyanti, S.Pd, perwakilan Gema Arundhita Nusantara.

Menurutnya, fenomena melemahnya nasionalisme dan karakter anak menjadi perhatian serius.

“Masih banyak anak yang belum hafal Pancasila, kurang menghargai guru, dan bahkan mulai terpapar perilaku negatif di dunia maya. Karena itu, kami hadir untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan dengan cara yang mereka sukai,” sambungnya

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti Andi Sukandi, Kepala Pusdiklat Eagle Training and Education Elang Khatulistiwa Indonesia, yang memberikan materi Pemahaman Nilai Dasar Pancasila.

Selain itu ada RR. Sri Puji Riyanti, membawakan materi Stop Bullying dan Etika Digital.

Sedangkan Wiratno, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulon Progo, memperkenalkan teknik dasar menghadapi ancaman gempa bumi di lingkungan sekolah.

Menurut Wiratno, pengenalan mitigasi bencana sejak dini sangat penting agar anak-anak tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.
“Kami ingin anak-anak tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana datang, terutama di sekolah dan lingkungan rumah. Kami juga siap hadir bila sekolah lain ingin mengundang BPBD untuk edukasi kebencanaan,” katanya.

 

Foto-foto Kegiatan adalah Koleksi Tim Abby.

Membangun Mental dan Karakter Tangguh

Bagi Andi Sukandi, kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi bagian dari upaya membangun ketahanan karakter bangsa.
“Anak-anak adalah pewaris masa depan. Kalau dari kecil mereka sudah memahami nilai Pancasila dan bisa berpikir tangguh dalam situasi sulit, maka mereka siap menghadapi perubahan zaman,” tegasnya.

Dukungan pun mengalir datang dari sejumlah kepala sekolah. Rd. Sugiyanta, S.Pd misalnya. Plh Kepala SDN Tanjungharjo mengaku bangga anak-anak dan sekolah mereka dilibatkan

“Kami bangga bisa dilibatkan, anak-anak jadi tahu bahwa nilai-nilai Pancasila bukan hanya pelajaran, tapi pedoman hidup sehari-hari.”sebutnya.

Sementara Peni Nuryati, S.Pd.SD, Kepala SDN Kemukus, menambahkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan sangat efektif.
“Belajar sambil bermain membuat anak lebih mudah memahami. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi program berkelanjutan,” ucap Peni.

 

Ketua Umum Gema Arundhita Nusantara, Abby. (Foto – Dok Tim Abby).

Perempuan Bergerak, Bangsa Kuat

Ketua Umum Gema Arundhita Nusantara, Abby, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran perempuan dalam menjaga masa depan bangsa.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak-anak. Kami ingin memastikan generasi penerus tetap berpegang pada ideologi negara, yaitu Pancasila,” ujarnya.

Abby menambahkan, organisasi yang ia pimpin akan terus bergerak ke berbagai daerah untuk melakukan edukasi karakter dan kepemimpinan perempuan.
“Perempuan dan anak Indonesia harus tumbuh kuat,  berkarakter, berdaya, dan berjiwa Pancasila,” tegasnya.

Kegiatan sederhana di Pandanalas Edupark itu meninggalkan kesan mendalam. Anak-anak pulang dengan wajah ceria, membawa semangat baru untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan lebih siap menghadapi situasi bencana.

Dari Kulon Progo, semangat itu bergaung ke seluruh penjuru negeri, bahwa pendidikan karakter dan mitigasi bencana bukan hanya pelajaran tambahan, tapi fondasi membangun generasi emas Indonesia , siaga, tangguh, dan berjiwa Pancasila.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!