Diskominfo Kalsel Edukasi AI Lewat Workshop

0
WORKSHOP LITERASI PEMANFAATAN AI

Foto - Courtesy Jamal -MC Kalsel.

Prasasti Dewi Ingatkan  Masyarakat & Orang Tua  Tidak “Mendewakan” Teknologi

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) baru-baru ini menggelar Workshop Literasi Digital dengan mengangkat tema krusial, “Pemanfaatan AI dan Etika Jurnalistik”.

Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Komdiphoria ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang cara memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) secara bijak di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat.

Workshop ini berhasil menarik antusiasme dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk relawan TIK Kalsel. Hadir sebagai pembicara kompeten adalah Direktur Program ICT Watch, Prasasti Dewi, dan Kepala LKBN Antara Kalsel, Taufik Ridwan.

Dalam paparannya  Prasasti Dewi menekankan pesan penting yang menjadi sorotan utama, masyarakat diminta untuk tidak sepenuhnya mengandalkan teknologi AI. Menurutnya, AI bukanlah suatu teknologi yang mutlak dan pasti akan mengalami perubahan di masa depan.

“Jangan sepenuhnya menyerahkan kepada AI, kita harus punya peran besar dan berpikir kritis. Kita harus kembali kepada fitrah asli kita sebagai manusia yang punya pemikiran dan kebijaksanaan,” tegas Prasasti.

Ia menekankan pula kemampuan berpikir dan mengambil keputusan harus tetap menjadi otoritas manusia, bukan diserahkan secara total pada algoritma.

Lebih lanjut, Prasasti Dewi juga berpesan khusus kepada para orang tua dan guru. Ia mengingatkan agar orang tua terus memberikan perhatian dan kasih sayang melalui interaksi di keluarga, sehingga anak-anak tidak mudah terjerumus pada dampak negatif teknologi AI.

“Sebagai orang tua, kita punya tugas untuk mengarahkan anak-anak dalam pemanfaatan AI, agar anak-anak tidak sepenuhnya mengandalkan AI dalam belajar ataupun mengerjakan tugas,” ujarnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi tenaga pengajar. Para guru diharapkan memiliki pembekalan yang memadai mengenai pemanfaatan AI ini, sehingga dapat membimbing siswa untuk menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan belajar mandiri.

Melalui workshop ini, Diskominfo Kalsel berharap masyarakat dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi AI tanpa kehilangan esensi etika, kebijaksanaan, dan kemampuan berpikir kritis sebagai manusia.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!