Arabian Night, Destinasi Wisata Kuliner Timur Tengah di Jantung Kota Banjarmasin

0
ARABIAN NIGHT

Ben Thalib salah satu destinasi kuliner ala Timur Tengah yang bisa dikunjungi di Arabian Night di Kampung Arab Banjarmasin.(Foto-Olpah Sari).

Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya menghadirkan terobosan dan inovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan UMKM lokal. Salah satu destinasi baru yang saat ini menjadi perhatian adalah Arabian Night, wisata kuliner bernuansa Timur Tengah yang berada di kawasan Antasan Kecil Barat, Kota Banjarmasin.

Kawasan Arabian Night mulai diperkenalkan sejak masa kepemimpinan Wali Kota Ibnu Sina sebagai bentuk diversifikasi destinasi kuliner di Banjarmasin. Pengembangan ini kemudian dilanjutkan di era Wali Kota H. Yamin HR, sehingga kawasan tersebut kini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menikmati suasana berbeda di malam hari.

Konsep Arabian Night tidak hanya menawarkan kuliner khas Timur Tengah seperti kebab, nasi mandhi, dan roti maryam, tetapi juga menyajikan atmosfer budaya melalui dekorasi, musik, serta nuansa interaksi ala kampung Arab. Hal ini menjadikan Arabian Night sebagai salah satu ikon wisata kuliner tematik di Banjarmasin yang potensial untuk berkembang lebih luas.

 

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR bersama istri Hj Neli Listriani bersama salah satu artis Gambus ibukota saat Pembukaan Arabian Night di Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, H. Yamin HR, menegaskan bahwa Pemerintah Kota akan terus memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif masyarakat dalam mengembangkan destinasi kuliner dan pariwisata kota.

“Arabian Night adalah bukti bahwa Banjarmasin mampu menghadirkan ruang-ruang kreatif baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah kota mendukung penuh agar kawasan ini berkembang menjadi destinasi kampung Arab yang unik, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran Arabian Night bukan hanya memperkaya khazanah kuliner kota, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan peluang usaha bagi UMKM,” ujar Wali Kota.

Selain itu, pemerintah kota juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat setempat agar Arabian Night mampu tumbuh berkelanjutan, serta masuk dalam peta besar pariwisata Banjarmasin.

 

Kadis DLH Banjarmasin (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin) Alive Yoesfah Love dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin , Ryan Utama terkesan dengan sajian menu ala Timur Tengah di Arabian Night.

Dengan dukungan promosi, pendampingan UMKM, serta penguatan infrastruktur penunjang, Arabian Night diharapkan menjadi bagian penting dari agenda wisata kota. Pemerintah Kota Banjarmasin juga menargetkan kawasan ini sebagai ikon wisata kuliner malam yang tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan nasional maupun mancanegara.

“Visi kami adalah menjadikan Banjarmasin sebagai kota wisata sungai, budaya, dan kuliner yang unggul di Kalimantan Selatan. Arabian Night akan menjadi bagian dari narasi besar tersebut, sebuah simbol keragaman yang lahir di tanah Banua, tetapi memiliki daya tarik universal,” tambah Wali Kota H. Yamin HR.

Arabian Night di Antasan Kecil Barat menjadi bukti nyata bahwa pariwisata kota tidak harus selalu bertumpu pada potensi sungai dan budaya tradisional, tetapi juga dapat berkembang melalui inovasi kuliner tematik. Dengan semangat kebersamaan, dukungan pemerintah, dan partisipasi masyarakat, Arabian Night diharapkan segera menjelma sebagai destinasi wisata kuliner khas kampung Arab di jantung Banjarmasin.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!