Pariwisata Kalimantan Selatan Menyongsong Era Baru dengan Geopark Meratus

0
LOKSADO BU MUTIA

Wisatawan saat menjelajahi Sungai Amandit dan Loksado menggunakan Bamboe Rafting.Loksado sendiri adalah salah satu kawasan yang berada di bentangan Geopark Meratus.

Oleh :  Adista Anjar Diany SE MM

Pariwisata Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan penetapan Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark, provinsi ini semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Pada tahun 2024, Kalimantan Selatan mencatatkan total kunjungan wisatawan sebanyak 19.928.436 orang, terdiri dari 19.910.573 wisatawan nusantara dan 17.863 wisatawan mancanegara, menurut data yang dilaporkan Kalimantan Live.com. Angka ini menunjukkan pemulihan yang signifikan pasca-pandemi COVID-19, meningkat sekitar 35% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat hanya sekitar 14,7 juta kunjungan. Dominasi wisatawan domestik, mencapai lebih dari 99% dari total kunjungan, menunjukkan bahwa pariwisata Kalsel masih sangat bergantung pada pasar lokal, meski potensi wisata internasional mulai berkembang.

Kenaikan kunjungan ini sejalan dengan promosi aktif dan pengembangan destinasi prioritas, termasuk Geopark Meratus, Pasar Terapung Lok Baintan, dan Kerbau Rawa, yang menjadi magnet utama wisatawan. Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan optimisme terhadap potensi pariwisata Kalsel, tetapi juga menjadi indikator bahwa strategi pengembangan destinasi dan infrastruktur wisata mulai membuahkan hasil, sekaligus memberikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

 

Delegasi internasional saat mengunjungi salah satu situs Geopark Meratus di Tahura Sultan Adam Mandiangin.(Foto-Humas Bank Indonesia).

Destinasi Pariwisata Prioritas

Pemerintah Provinsi Kalsel telah menetapkan enam destinasi pariwisata prioritas hingga tahun 2026:

Geopark Meratus: Kawasan wisata alam, buatan, budaya, dan ekologi yang kaya akan keanekaragaman hayati dan budaya lokal.

Pasar Terapung Lok Baintan: Kawasan wisata alam dan budaya yang menampilkan tradisi pasar terapung khas Banjar.

Kerbau Rawa: Destinasi wisata alam dan buatan yang menonjolkan budaya agraris masyarakat setempat.

Kawasan Pesisir: Destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan pantai dan ekosistem pesisir.

Kawasan Religi: Destinasi wisata religi yang menampilkan situs-situs bersejarah dan budaya Islam di Kalsel.

Kawasan Sungai: Destinasi wisata alam yang menonjolkan keindahan dan potensi wisata sungai di Kalsel (sumber Diskominfo Kalsel).

Salah satu pencapaian monumental dalam sektor pariwisata Kalsel adalah penetapan Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) pada April 2025. Penetapan ini diumumkan dalam Sidang Dewan Eksekutif ke-221 di Paris, Prancis (sumber Tempo). Geopark Meratus dikenal dengan keindahan alamnya, keanekaragaman hayati, dan nilai-nilai budaya serta sejarah yang tinggi.

Status UGGp ini membuka peluang besar bagi Kalsel untuk memperkenalkan potensi wisata alam dan budaya kepada dunia internasional. Dilansir dari ANTARA News Kalimantan Selatan, disebutkan Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen untuk mengelola Geopark Meratus secara berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan produk wisata berbasis alam dan budaya.

Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Kalsel menyelenggarakan berbagai agenda promosi, seperti Festival Budaya Pasar Terapung, pemilihan Putra dan Putri Pariwisata, serta festival wisata mancanegara. Selain itu, pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung di destinasi prioritas juga terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan wisatawan

Dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, penetapan Geopark Meratus sebagai UGGp, dan pengembangan destinasi pariwisata prioritas, Kalimantan Selatan menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor pariwisata. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Kalsel berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia dan dunia.

Pengelolaan yang berkelanjutan dan berbasis pada konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi yang inklusif akan menjadi kunci keberhasilan dalam memanfaatkan potensi Geopark Meratus untuk kesejahteraan masyarakat dan pelestarian alam.

Adista Anjar Diany SE MM Adalah Dosen STIE Pancasetia Banjarmasin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!