Ketika Algoritma Menjelma Harapan, Indosat Bagian Perjalanannya

0
DHEVY UTAMA.jpeg 2

Pengrajin Ikan Saluang Goreng Crispy, Dhevy Megawati saat bertemu Wkil Presiden RO KH Ma'aruf Amin yang mampir ke stan miliknya saat acara Bazar Expo di Banjarmasin. (Foto - Olpah Sari).

Di tengah riuhnya inovasi teknologi yang kian merambah setiap sudut kehidupan, terkadang kita lupa bahwa di balik barisan kode dan rumitnya algoritma, tersimpan potensi untuk menyentuh sisi paling mendasar dari kemanusiaan yakni harapan.

Sebuah babak baru perubahan fundamental pun akhirnya datang. Melalui inisiatif kecerdasan buatan (AI), algoritma tidak lagi menjadi entitas abstrak. Ia telah menjelma menjadi alat yang memberdayakan. Algoritma kini mampu menganalisis pola pasar, memprediksi tren, dan menghubungkan titik-titik yang sebelumnya mustahil bertemu.

Dampak nyata dari algoritma yang menjelma harapan ini dapat dilihat bagaimana seorang Dhevy Megawati, pelaku usaha UMKM “Saluang Crispy” asal Banjarbaru kini tersenyum dan lega.Kalau dulu dia memasarkan keliling kampung dan menitipkan pada sejumlah warung, Dhevy hanya memainkan tuts smartphone miliknya.

Sentuhan teknologi AI yang membantunya menjangkau pembeli di kota-kota besar melalui media sosial, ia dapat memasarkan produknya secara daring. Pesanan pun datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar pulau, dengan harga yang lebih layak.Secara perlahan usaha yang digelutinya dari rumahan di kawasan Jalan Perambaian Raya, Sungai Ulin, Banjarbaru, mulai berkembang sebagai usaha rintisan home made (buatan rumah).

“Berkat adanya AI dengan fitur-fitur tercanggihnya kita bisa berkreasi mendesain kemasan, mempromosikan serta menjual produk hingga berjalan seperti. Jaringan internet yang kencang dari Indosat memberikan kemudahan yang dibutuhkan pelaku UMKM seperti saya,” ucap perempuan muda perantauan asal Balikpapan, Kalimantan Timur.

 

Foto Ilustrasi – Pelaku UMKM dalam sebuah event Bazar 2025.(Foto – Olpah Sari).

Dhevy pun bersyukur sentuhan AI bisa mengubah segalanya.Produknya pun menjadi salah satu produk UMKM berbasis perikanan yang diincar wisatawan untuk oleh-oleh begitu pulang dari Kalimantan Selatan. Bahkan Wakil Presiden kala itu, KH Ma’ruf Amin, memborong habis produk yang dia pamerkan dalam sebuah Expo di Banjarmasin beberapa waktu silam.

Di sudut lain, seorang wirausaha kopi yang juga petani muda asal Tabalong, Muhammad Khalid kini tidak lagi dihantui ketidakpastian panen dan harga dari tengkulak. Dengan platform berbasis AI, pria yang memiliki produk kopi fenomenal “Herbo” bisa memantau kondisi tanah, memprediksi cuaca, dan mengakses harga pasar secara real-time.

Keputusan yang ia ambil pun kini didasarkan pada data, bukan sekadar insting, sehingga hasilnya lebih optimal. Bagi pria muda yang merintis usaha dari bawah dan bisa menjelajah berbagai negara,  smartphone bukan lagi hanya alat komunikasi, melainkan panduan strategis yang menuntunnya menuju kesejahteraan, khususnya pemasaran produk kopi Herbo (Herbal Borneo).

“Artificial Intelegen (AI) yang digunakan terasa sekali manfaatnya bagi pelaku usaha yang sebelumnya lewat door to door. Dibantu jaringan Indosat, sekarang semakin mudah lagi ada Hifi Air secara tak langsung mendorong sebuah kesejahteraan. Jaringan internet sehat tanpa lelet memang impian kami disini dan Indosat menjawab sempurna untuk kami,” tutur pria yang banyak mendapat penghargaan nasional untuk usaha yang ditekuninya bermula dari sebuah kampung di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

 

Foto Ilustrasi – Pengrajin dengan produk berbasis tanaman herbal dan kopi dari Kalimantan Selatan.(Foto – Olpah Sari).

Kisah harapan ini juga terukir dalam semangat kolaborasi. Algoritma telah menjadi mediator yang efisien, memastikan bahwa bantuan dan informasi yang relevan dapat sampai ke tangan yang tepat. Di balik layar, platform AI bekerja tanpa henti untuk menganalisis kebutuhan, mengidentifikasi peluang, dan memastikan bahwa setiap program pengembangan dapat mencapai tujuannya secara optimal.

“Di balik setiap baris kode yang tercipta, tersemat janji akan masa depan yang lebih cerah, sebuah harapan yang kini dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Bagi penyedia layanan jaringan, hal ini berarti cara-cara baru untuk membuat jaringan mereka lebih efisien, tangguh, dan aman,” ungkap Pemerhati Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia Banjarmasin, Tina Lestari SE MM, kepada Economic Travelling.Com, Kamis (21/08/2025).

Dalam persfektif ekonomi menurut Tina Lestari, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Terlebih Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi terbanyak ke empat di dunia dan menempatkan negeri yang sekarang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

“Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun,” tambahnya lagi.

Salah satu Asosiasi terkenal di Indonesia yang berhubungan dengan internet atau digital di Indonesia yakni Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna internet, yang berimplikasi langsung pada pertumbuhan sektor ecommerce dan fintech di Indonesia (Levinda, 2023).

Pertumbuhan pesat ekonomi digital di Indonesia didorong oleh beberapa faktor. Pertama, penetrasi internet yang semakin meluas telah membuka akses ke berbagai layanan digital bagi masyarakat luas (APJII, 2022). Kedua, adopsi teknologi yang tinggi di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, telah menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi digital (Riano Junior & Marsisno, 2022). Ketiga, munculnya startup teknologi dengan status unicorn seperti Gojek dan Tokopedia telah menciptakan dampak berantai positif bagi perekonomian digital Indonesia (Triyono, 2019).

 

Foto – Humas Indosat.

Dikutip dari Infobank.News.Com, kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan diproyeksikan akan terus tumbuh di masa mendatang. Riset terbaru dari lembaga ekonomi Prasasti for Policy Studies (Prasasti) menemukan bahwa sumbangan sektor ini telah melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi, kontribusi ekonomi digital terhadap PDB telah mencapai 8,6 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pertumbuhan kontribusi sektor ini tercatat sebesar 5 persen setiap tahunnya, terhitung sejak tahun 2010.

“Secara nominal, nilai ekonomi digital juga telah bertumbuh pesat. Pada tahun 2022, ukurannya masih sekitar Rp1.600 triliun. Namun, pada tahun 2024, nilai nominal ekonomi digital sudah mencapai sekitar Rp1.800 triliun,” jelas Gundy, Selasa (12/08/2025).

Gundy menambahkan, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam tiga tahun terakhir menyentuh angka 7 persen. Angka ini secara konsisten berada di atas laju pertumbuhan ekonomi nasional. Gundy memperkirakan, tren positif ini akan terus berlanjut seiring dengan semakin masifnya adopsi teknologi digital di berbagai sektor.

Bagaimana peran perusahaan provider telekomunikasi di Indonesia ?.Indosat pun menjawab dan menempatkan perannya itu.Tak hanya mendorong pemanfaatan AI dalam persfektif kesejahteraan ekonominya, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengambil langkah strategis dalam akselerasi transformasi digital nasional dengan meluncurkan inisiatif berbasis kecerdasan buatan (AI).

Inisiatif ini dirancang khusus untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia, dengan fokus utama pada peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami menggunakan AI dalam segala hal yang kami lakukan. Ini bukan hanya tentang jaringan, penjualan komersial. Kami merangkul AI dan membuat karyawan kami produktif,” kata President Director dan Chief Executive Officer (CEO) Indosat, Vikram Sinha seperti dilansir CNBC Indonesia, (06/01/2025).

Dalam laporannya CNBC Indonesia menuliskan,  komitmen Vikram dalam mengembangkan AI di Indonesia diwujudkan dalam berbagai macam inisiatif. Ada tiga platform AI inovatif yang sudah dirilis Indosat yakni IM3 Platinum, Sahabat AI, dan Merdeka Cloud. Platform-platform ini dirancang agar AI dapat diakses oleh masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan bisnis hingga pengguna individu.
“Kami bercita-cita menghadirkan AI yang berdaulat di mana kecerdasan buatan tersebut dikembangkan di Indonesia, oleh orang Indonesia, dan untuk Indonesia,” tutur Vikram.

 

President Director dan Chief Executive Officer (CEO) Indosat, Vikram Sinha dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria, (Foto-Humas Indosat).

Namun di satu sisi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memberikan satu tanggung jawab moril bagi masyarakat yang memanfaatkan AI.Langkah ini juga untuk melindungi masyarakat Indonesia khususnya pengguna dari berbagai ancaman penipuan digital yang terus meningkat.

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) meluncurkan inovasi terbarunya dalam memperkuat perlindungan digital masyarakat. Berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), Indosat meluncurkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, solusi berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI)

Solusi ini hadir sebagai respons terhadap ancaman yang nyata. Berdasarkan Asia Scam Report 2024 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA), sebanyak 65% masyarakat Indonesia menerima upaya penipuan setiap minggunya, mulai dari pesan teks phishing, tawaran kerja palsu, hingga skema penipuan investasi. Kondisi ini menunjukkan urgensi atas perlindungan digital yang lebih kuat dan inklusif.

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat bekerja secara otomatis dan real-time untuk mendeteksi pengirim pesan atau penelepon mencurigakan, menyaring potensi ancaman, serta memberikan peringatan kepada pelanggan. Teknologi ini dikembangkan di atas fondasi AIvolusi5G, kombinasi kecanggihan AI dengan jaringan 5G milik Indosat yang responsif, adaptif, dan relevan. Dengan kemampuan pemrosesan langsung di jaringan (on-network), fitur ini tidak memerlukan perangkat canggih atau koneksi premium, sehingga dapat diakses oleh semua kalangan, di mana pun mereka berada.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menegaskan komitmen Indosat dalam menciptakan ruang digital yang aman dan terpercaya.

“Indosat meyakini bahwa perlindungan digital adalah hak dasar setiap masyarakat Indonesia. Kolaborasi kami dengan Tanla dalam menghadirkan solusi AI powered Anti-Spam dan Anti-Scam menunjukkan bahwa teknologi dapat melindungi kehidupan digital sehari-hari,” tegasnya, dalam peluncuran yang berlangsung ,kamis (07/08/2025).

Dibangun di atas Sovereign AI Factory milik Indosat yang didukung GPU NVIDIA Blackwell tercanggih, solusi ini memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi spam dan scam secara real-time, memperkokoh ketahanan digital bangsa dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia digital

Langkah strategis ini pun diapresiasi langsung Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria, sebagai bagian langkah kolaboratif. menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini.

“Pemerintah menyambut baik langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh Indosat sebagai bagian dari upaya kolektif membangun ruang digital yang aman. AI harus membawa teknologi lebih dekat dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang. Indonesia tidak ingin hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pembentuk arah pemanfaatan AI yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat,” katanya. (Olpah Sari).

Olpah Sari – Jurnalis  Economic Travelling.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!