Pembukaan Blokir Anggaran IKN Angin Segar Emiten Semen

0
ERNI UTAMA

Branch Manager Phintraco Sekuritas, Erni Ervianti Dewi saat memberikan presentasi di Media Update Bareng Wartawan di Banjarmasin. (Foto-Olpah Sari).

Keputusan pembukaan kembali anggaran untuk proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di tahun 2025 oleh Presiden Prabowo melalui Kementerian Keuangan dan mendapat persetujuan Komisi V DPR RI, dinilai menjadi angin segar bagi dunia industri.

Keputusan ini pun juga  menjadi angin segar bagi produsen semen di tanah air. Karena dimulainya kembali pembangunan IKN mendorong permintaan semen di Pulau Kalimantan yang selama kuartal I 2025 mengalami penurunan.

Sebelumnya Permintaan semen di Kalimantan pada semester pertama 2025 memang mengalami penurunan, yang salah satu penyebabnya adalah melambatnya proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek infrastruktur lain juga ikut berkontribusi dalam penurunan ini.

 

Branch Manager Phintraco Sekuritas, Erni Ervianti Dewi.(Foto-Olpah Sari).

Meskipun belum sedahsyat tahun sebelumnya, namun dampak dari keputusan pembukaan blokir anggaran IKN bagi perbaikan kinerja emiten semen di Indonesia. Terlebih Pagu anggaran Otorita IKN dan usulan penambahan anggaran Rp 8,1 triliun juga resmi difinalisasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Pembangunan IKN khan perlu semen dan bahan-bahan infrastruktur.Nah ada 2 (dua) saham nih di industrial yang menanti untuk diikuti. Ada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang kemarin sempat cukup terkoreksi,” terang Branch Manager Phintraco Sekuritas, Erni Ervianti Dewi, dalam Media Update Bareng Wartawan, di Banjarmasin, Jumat (02/05/2025).

Meskipun terkoreksi sahamnya, namun menurut Erni Ervianti Dewi, gara-gara pembukaan blokir anggaran IKN ini pergerakan saham emiten semsen perlahan naik. Inilah yang membuat pelaku pasar optimis akan sentimen positif.

Dilansir dari Kontan.Co.Id , menyebutkan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyambut baik keputusan pembukaan kembali anggaran untuk proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di tahun 2025.

Bahkan Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Dani Handajani menilai dimulainya kembali pembangunan IKN akan mampu mendorong permintaan semen di Pulau Kalimantan yang selama kuartal I 2025 mengalami penurunan.
“Namun, permintaan semen di IKN tahun ini diprediksi tidak akan sebanyak tahun 2023-2024 lalu,” ungkap Dani. (Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!