Inspirasi Bleni, Perempuan Dayak Bangun TK Pelosok Kalteng

0
DAYAK UTAMA

Bleni bersyukur cita-citanya anak-anak tak mesti jauh lagi bersekolah kini terwujud.(Foto-Humas BCL).

Astra Agro Lestari Apresiasi dan Bangun TK Pedalaman Kalteng

Ada banyak kisah tersaji dan menginspirasi yang tersebar di antero negeri. Kisahnya terkadang tersembunyi di antara sunyi dan tercecer di dalam catatan yang tak bertepi.

Seperti kisah Bleni, perempuan muda Suku Dayak Maanyan yang rela menunda kuliah hanya karena ingin menjadi guru Taman Kanak-kanak di kampung sendiri. Kisahnya pun menginspirasi bahwa tak ada yang tak mungkin bisa diberi, sepanjang niat baik mengabdi terpatri dalam sanubari.

Meski lahir dan besar berada dalam kondisi serba keterbatasan dan kekurangan, tidak menyurutkan perempuan muda ini mewujudkan mimpi.Bleni pun bertekad menempuh perguruan tinggi seperti harapannya tatkala berusia dini.

Namun harapannya pun terpaksa ditunda karena biaya kuliah yang tak mungkin terpenuhi. Dia pun memutuskan menjadi guru honorer di Desa Bentot, Kecamatan Patangket Tutui, Kalimantan Tengah. Berangkat dari perjalanan pengabdian ini pun dirinya terinspirasi membangun Sekolah Taman Kanak-kanak di kampungnya.

 

Bleni mendedikasinya hidupnya untuk menjadi guru TK di kampung pelosok Kalteng. (Foto-Humas BCL).

“Kami tersentuh dengan kondisi sekolah yang jauh untuk anak-anak di pelosok kampung. Bagaimana tidak mereka harus menempuh perjalanan hingga 20 kilometer menuju sekolah Taman Kanak-kanak, sungguh miris saat itu,” kenang Bleni.

Hatinya pun tersentuh dan memutuskan untuk membangun Taman Kanak-kanak di kampung. Namun upaya itu tidaklah mudah, karena membangun sekolah untuk anak-anak usia pra sekolah memerlukan biaya tak sedikit. Beberapa kali dia mencari donatur, namun tak semua mau menerima dan memberikan bantuan untuk niat mulianya tersebut.
.
Entah mengapa langkah kakinya terasa ringan untuk meminta bantuan kepada PT Bhadra Cemerlang (BCL). Dia pun mantap mengajukan proposal untuk membangun sekolah demi memajukan pendidikan anak-anak usia dini.

Keinginannya membangun TK pun disambut baik manajemen PT BCL (anak perusahaan Astra Agro Lestari Tbk). Terlebih keberadaan sekolah tersebut semata-mata untuk memberikan kemudahan anak-anak mengakses pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.Apalagi TK itu berdekatan dengan perkebunan, sehingga dinilai membantu anak-anak karyawan bersekolah tanpa harus jauh-jauh lagi.

“Niat awal kami hanya ingin anak-anak di kampung termasuk anak karyawan perusahaan perkebunan sawit ini, bisa bersekolah dekat dengan rumah dan tidak lagi harus jauh berjalan kaki atau naik sepeda ke sekolah di kampung lain,” tutur Bleni di sela-sela peringatan Hari Pendidikan Nasional, Jumat (02/05/2025) di sekolahnya.

Dia pun sangat berterima kasih dengan dukungan PT BCL, karena sudah bisa mewujudkan berdirinya Sekolah Taman Kanak-kanak yang diberi nama TK Harapan Cemerlang dan muridnya mulai banyak. Padahalnya sebelumnya ketika baru dibuka hanya memiliki 17 orang murid saja dan belajarnya di rumah salah satu staf perusahaan perkebunan.

 

Bleni bersama rekannya saat tampil menari kesenian Dayak.

Bleni sendiri kini merasa tenang dan bisa melanjutkan pendidikannya Universitas Terbuka Jakarta UPBJJ Banjarmasin mengambil jurusan Pendidikan Anak Usia Dini. Baginya, pendidikan adalah kunci utama kemajuan masyarakat, terlebih bagi generasi muda di daerah asalnya.

“Kami pribadi sangat bersyukur menjadi bagian dari lingkungan perusahaan yang benar-benar peduli terhadap pendidikan. Tanpa itu, mungkin saya tidak bisa melakukan apa yang saya lakukan hari ini,” ujarnya terharu.

Bagi Astra Agro Lestari melalui PT PT Bhadra Cemerlang (BCL), dukungan kepada Bleni tersebut adalah dari komitmen Astra Agro terhadap pembangunan masyarakat dan pendidikan sejak usia dini.

Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional, PT Astra Agro Lestari Tbk bersama seluruh unit usahanya, termasuk PT Bhadra Cemerlang, menegaskan kembali komitmennya untuk terus hadir, tumbuh, dan memberi makna bagi masyarakat Indonesia—dimulai dari anak-anak yang hari ini menapaki langkah awal menuju masa depan mereka.

PT Astra Agro Lestari Tbk melalui anak usahanya terus menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui empat pilar CSR, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional ini.
Kisah Bleni menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari niat tulus seorang individu yang didukung oleh ekosistem yang peduli.(Olpah Sari).

Olpah Sari – Jurnalis – Pemimpin Umum Economic Travelling.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!