Yuk Jaga Kualitas Kerja Jurnalistik

0
ADAM NIRWANA

Bersama Presenter Radio Martapura FM Ada Subayu di sela-sela Talk Show Hari Pers Nasional 2025.

Menjalani profesi sebagai insan pers memang membutuhkan skill dan wawasan yang luas, agar karya-karya jurnalistik berkualitas.Tak heran jika mereka yang mumpuni dan ulet serta tak berhenti belajar meningkatkan kemampuan, akan terbilang sukses dan bagus mengembangkan diri sebagai wartawan atau jurnalis andal.

Banyak cara dilakukan agar bisa menjalankan profesi ini menjadi profesional dan mampu bersaing di tengah gegap gempita pertumbuhan media, terutama media online. Mulai memperdalam ilmu jurnalistik hingga mengolah rangkaian kata-kata menjadi kalimat yang indah dan enak dibaca.

Seorang Jurnalis itu sejatinya tidak pernah berhenti untuk belajar dan mengupgrade kemampuan serta skill maupun wawasan.Tidak dipungkiri banyak Jurnalis andal lahir dari sebuah proses, rajin memperkaya pengetahuan dan teknik menulis.

“Kuncinya adalah jangan pernah berhenti untuk belajar dan tidak cepat puas.Karena era saat ini seorang Jurnalis harus sigap dan siap secara kualitas. Karena itu pentingnya kita menjaga kualitas kerja-kerja jurnalistik,” demikian ungkap Ahli Pers Dewan Pers, Muhammad Risanta, saat berbicara di Talk Show Hari Pers Nasional, di Radio Martapura FM, Sabtu (08/02/2025).

 

Muhammad Risanta bersama Wakil Bupati Hulu Sungai Utara Terpilih, Hero Setiawan (Iwan Alabio) di tengah suasana Peringatan Hari Pers 2025.

Risanta yang merupakan Jurnalis Senior CNN Indonesia (Transmedia Grup) menekankan pentingnya seorang Jurnalis tidak terjebak rasa puas dengan apa yang dicapainya saat ini. Karena mental cepat puas ini justru akan menjadi bumerang ke depannya, karena di industri pers itu selalu bergerak dinamis Jurnalis-Jurnalis berkualitas dan menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berbobot.

Risanta mencatat kunci terpenting menjaga kualitas adalah memperkaya pengetahuan dan banyak membaca serta melatih selalu kemampuan menulis. Meskipun kemampuan menulis setiap orang berbeda, namun kemampuan akan meningkat jika setiap saat dilatih.

Demikian pula dengan membaca, yang banyak memberikan masukan-masukan terbarukan tentang pengetahuan, yang nantinya berdampak kepada kualitas dan pemikiran positif. Karena membaca juga dapat meningkatkan kemampuan dan memunculkan ide segar, yang memudahkan ketika menuangkan tulisan liputan berkualitas.

“Membaca sangat penting bagi Jurnalis, apakah itu senior atau yang muda, maupun yang baru menekuni profesi ini. Karena membaca itu dapat memperkaya pengetahuan dan memperluas wawasan. Pengetahuan yang luas ini akan tercermin dalam produk jurnalistik yang dihasilkan, biasanya juga kualitasnya terjaga,” terang Risanta, yang sehari-hari menjadi Dosen di Kampus STIE Pancasetia Banjarmasin.

 

Jurnalis Muhammad Risanta, tengah berdiskusi Ekonomi Bisnis dengan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono.

Dalam Talk Show yang dipandu Presenter Adam Subayu, banyak diulas bagaimana menjadi Jurnalis yang profesional dan memiliki adab yang baik dalam menjalakan tugas-tugas peliputan di lapangan. Seorang Jurnalis dalam menjalankan tugas-tugas kejurnalistikan, harus mengacu dan berpedoman kepada Undang-undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, Jurnalis atau wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme,” imbuhnya.

Disisi lain Risanta mengajak Jurnalis di Kalsel untuk terus meningkatkan kompetensinya. Salah satunya juga mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Semakin Semakin banyak wartawan atau Jurnalis yang kompeten, maka akan membuat pers jadi sehat dan masyarakat jadi tercerdaskan sesuai harapan.

“Sebuab produk pers yang berkualitas tinggi, sejatinya lahir dari tangan-tangan wartawan atau Jurnalis yang kompeten dan profesional. Mereka yang menjaga kualitas kerja jurnalistik dengan baik dan profesional,” pungkas pria yang memiliki kompetensi di luar jurnalistik yakni sebagai Tour Leader dan Instruktur. (Muhammad Irfani).

Muhammad Irfani – Jurnalis Economic Travelling.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!