Kalsel Bangga Memiliki Relawan Kemanusiaan
Relawan Khalik bersama Tim Relawan Gabungan saat mengevakuasi warga yang mengungsi karena kampung mereka terendam banjir yang cukup parah.
Helmi Rifai Usulkan Pemerintah Beri Reward Relawan Banjir
Sungguh beruntung Kalimantan Selatan, memiliki masyarakatnya yang berjiwa sosial tinggi. Hampir setiap Kabupaten dan Kota tumbuh subur para relawan kemanusiaan, yang berfungsi membantu saat terjadi bencana kebakaran, orang tenggelam, kecelakaan, longsor hingga banjir.
Berbeda dengan daerah lainnya, para relawan ini hadir dan lahir karena spirit ingin menolong sesama. Hebatnya lagi itu mereka lakukan secara mandiri dan swadaya, baik perorangan maupun kelompok. Mereka bekerja tanpa digaji atau mengharap imbalan, karena niat awalnya adalah ingin membantu sesama.
Tak heran saat banjir mengepung sejumlah Kabupaten dan Kota di Kalsel dalam sebulan terakhir ini, para relawan hadir dan berada di garis terdepan. Mereka tidak mengenal waktu, pagi dan siang maupun malam hari. Bahkan saat hujan melanda beberapa kawasan yang terendam banjir mereka pun turun membantu evakuasi bersama tim Basarnas, BPBD serta TNI-Polri maupun organisasi relawan lainnya.

“Kami semata-mata niat awalnya ingin membantu sesama, sebisa yang kami berikan. Termasuk sebulanan terakhir kami membantu korban banjir di Kurau, Tanah Laut.Bahkan harus menembus banjir untuk mengantar makanan bagi warga yang berada di kawasan yang terendam banjir,” ucap Isnaniah, salah satu relawan kemanusiaan di Kurau, Tanah Laut.
Isnaniah yang dipanggil Acil Gaul ini, salah satu diantara ratusan relawan yang berada di garis depan saat bencana banjir melanda. Perempuan energik ini pun bergabung bersama puluhan relawan perempuan di Dapur Umum Tagana Kalsel, yang berposko di halaman Kantor Kecamatan Kurau, Desa Padang Luas, Kabupaten Tanah Laut.
“Kalau tidak kita yang turun tangan siapa lagi membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir. Bagi kami bisa membantu lewat mengantar makanan ke kampung-kampung banjir, sudah suatu kebahagiaan.Karena hanya dengan cara ini kami bisa membantu sesama,” ujar Acil Gaul yang merupakan anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana) Tanah Laut.

Hal serupa diungkapkan Khalik, salah seorang relawan yang sekarang bergabung dalam Tim Tagana Provinsi Kalsel. Pria yang pernah mengenyam pendidikan Pelatihan SAR nasional ini, mengaku mewakafkan dirinya untuk kemanusiaan. Karena itu pula ia pun rela meninggalkan rumah berbulan-bulan untuk membantu korban bencana alam seperti halnya banjir di Kalsel bulan Januari 2025.
“Ini semata-mata karena panggilan jiwa. Alhamdulillah ulun bersama kawan-kawan lainnya diberikan amanah bergabung di Tim Tagana Kalsel. Kami pun bekerja setiap saat dalam satu tim yang terus berkoordinasi, mulai evakuasi, mengangkut warga yang mengungsi hingga penyiapan makanan bagi warga yang terdampak banjir,” sebut Khalik.
Keberadaan para relawan di garis terdepan dan bergabung bersama tim lainnya, menunjukkan kalau masyarakat kalsel terbilang tinggi rasa sosialnya. Tanpa diminta mereka turun bahu-membahu membantu korban banjir, mulai jadi tim evakuasi, dapur umum hingga membantu keperluan lainnya.
“Mereka adalah bagian yang tak bisa kita lupakan. Karena tanpa mereka pemerintah bakal kewalahan dalam menangani para korban banjir. Karena itu kami mengusulkan sesekali pemerintah itu, apakah pusat atau provinsi maupun kabupaten dan kota, memberikan reward kepada relawan kemanusiaan ini,” ungkap tokoh muda Banjarmasin, Helmi Rifai SH, saat meninjau lokasi banjir di Kurau dan Martapura Timur, Jumat (31/01/2025).

Pria yang juga ketua Persatuan Kontraktor Listrik Nasional (Paklina) Kalimantan Selatan,tak menepis kalau para relawan ini tidak mengharapkan apa-apa dalam menjalankan tugas. Namun perjuangan dan semangat mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan patut dihargai. Karena itu dia mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan perhatian penuh bagi relawan kemanusiaan terutama yang mandiri dan swadaya.
“Kita tahu apa yang mereka lakukan adalah karena kemanusiaan dan dengan sukarela. Namun kita juga perlu mengapresiasi kebaikan-kebaikan dingsanak kita para relawan ini. Ke lokasi bencana banjir mereka pakai dana sendiri termasuk transportasi, terkadang makan seadanya.Kami pribadi sangat berempati sekali,” kata Helmi Rifai yang juga Pemimpin Utama salah satu media online.

Sementara itu Ketua Forum Jurnalis Peduli Bencana Kalsel, Muhammad Risanta, sangat sependapat dengan pernyataan Helmi Rifai. Karena keberadaan para relawan menjadi sangat vital dan garda terdepan yang juga harus diperhatikan pemerintah.Karena mereka adalah bagian dari pejuang-pejuang kemanusiaan yang lebih mengedepankan rasa sosial yang tinggi.
“Apresiasi kita ini adalah bagaimana perhatian kita untuk mereka.Walaupun mereka tidak pernah berharap sekalipun. Minimal kita dan pemerintah juga memberikan perhatian, lewat pembekalan pengetahuan tingkat lanjutan dalam penanganan bencana, pemberian reward yang bisa memotivasi sekaligus menginspirasi semua orang untuk tidak pernah berhenti melakukan kebaikan kapan dan dimana pun,” pungkas Risanta yang sehari-hari adalah Jurnalis CNN Indonesia dan Ahli Pers Dewan Pers. (Olpah Sari).

