Nikmatnya Sarapan Nasi Kuning dan Lontong di Waroeng Acil
Nasi Kuning dan Lontong Menu Spesial Waroeng Acil. Pemimpin Umum Media Online Economic Travelling.Com, Olpah Sari dan tim mereview khusus masakan khas Banjar.
Banjarmasin memang salah satu surga kuliner di Indonesia. Kota yang lebih tua dari Jakarta menyimpan banyak cerita indah termasuk soal makanannya.
Hampir di setiap sudut kota dan jalan akan ditemukan tempat jajanan kuliner khas Banjar yang selalu menjadi tempat favorit. Namun ada satu yang berbeda sejak 5 Desember 2024 lalu. Sebuah warung makanan di bilangan Jalan Veteran, Banjarmasin Tengah, menjadi pusat perhatian wisatawan dan penggemar masakan khas Banjar. Namanya Waroeng Acil, yang letaknya satu area dengan warung legenda “Depot 59” Banjarmasin.
Nah di Waroeng Acil memang berbeda, karena khusus menyajikan buat wisatawan dan pengunjung yang ingin sarapan pagi. Hampir setiap pagi terdapat menu-menu spesial yang membuat pengunjung selalu ingin kembali icip-icip masakan Banjar di pagi hari di rumah makan yang dikelola Seniman Pantun Banjar, Maria Roeslie.

Bagi yang rindu Nasi Kuning Banjar, di Waroeng Acil tersedia sejumlah menu varian lauk yang tetap menjaga kekhasan masakan asli Banua.Mulai Nasi Kuning Banjar Iwak Haruan (udah plus sambal goreng tempe), menu telor, Haruan Ayam, atau yang ingin komplet lauknya Ikan Haruan Ayam Telor.
“Alhamdulillah, ternyata nasi kuningnya enak dan sambal masak habangnya “Banjar Banar” plus iwak haruan. Memang Waroeng Acil Rekomended banget untuk sarapan.Apalagi minumnya teh bunga telang yang menyehatkan bikin klop sekali,” ucap Mumus, warga HKSN yang ingin kembali bersama keluarga sarapan akhir pekan di Waroeng Acil.

Tak hanya Nasi Kuning, kedai makan yang menjaga kelestarian masakan Banjar ini juga menyediakan menu lainnya, seperti Lontong dengan sambal masak habang yang terjaga kelezatannya.
Dengan branding Lontong Acil, menu masakan yang satu ini benar-benar menggoda selera. Tak heran menu yang disajikan khusus Maria Roeslie dan sang anak Chef Michiele, salah satu favorit pelanggan Lontong di Banjarmasin.
“Ini adalah menu spesial dari Waroeng Acil. Menu iwaknya masih mengandalkan Iwak Haruan plus sarundeng. Ternyata sambutan penggemar masakan Banjar seperti Lontong luar biasa, disamping menu-menu lainnya seperti Bubur Ayam Spesial dan Nasi Kabuli Abon Haruan,” terang owner Waroeng Acil, Maria Roeslie, kepada Tim Economic Travelling.Com, Sabtu (11/01/2025).
Perempuan yang dulunya dikenal sebagai seorang Bankir dan memiliki posisi penting di sejumlah bank ternama, memilih mengenalkan nasi kuning dan lontong Banjar sebagai kuliner daerah yang harus dilestarikan. Karenanya sebagai urang Banua, Maria Roeslie merasa terpanggil untuk mengenalkan masakan Banjar ke dunia luar lebih intensif.

“Ini semata-mata sebagai penghormatan kita akan warisan nenek moyang kita khususnya kuliner Banjar. Sudah sepantasnya kita jaga dan lestarikan masakan Banjar, seperti Nasi kuning, Lontong, maupun masakan lainnya seperti Soto Banjar, Ketupat Kandangan. Namun kami memulai dari Nasi Kuning dan Lontong dulu,” ujar Maria yang mengajak anak-anak mengembangkan usaha kuliner Banjar.
Penggiat pariwisata nasional yang juga Jurnalis Senior CNN Indonesia, Muhammad Risanta, mengapresiasi usaha Maria Roeslie mengenalkan dan mempromosikan masakan Banjar khususnya Nasi Kuning dan Lontong di Waroeng Acil.
“Bayangkan di tengah maraknya bisnis cafe dan makanan kekini-kinian, Mba Maria masih keukeh dengan usaha kulineran masakan tradisional.Bayangkan bagaimana perjuangannya mengenalkan Nasi Kuning dan Lontong dengan Branding Acil, yang menarik sekali.Tentu wisatawan sangat tertarik dengan makanan Banjar yang unik dan khas ini,” kata Risanta, yang juga Humas DPP Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia.(Muhammad Irfani).

