Cakap Bahasa Jepang Caregiver Kian Mudah Bertugas
Tenaga Caregiver Banjarmasin yang bertugas di Jepang dikunjungi delegasi Pemerintah Kota Banjarmasin.
Kemampuan berbahasa asing khususnya Jepang akan semakin memudahkan tenaga kerja dan magang ketika bertugas ke negeri Sakura. Terlebih Jepang adalah negeri yang sangat menghormati tamunya yang pandai berbahasa Jepang dan menghargaai budaya negeri mereka.
Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa yang dipelajari di banyak negara, termasuk Indonesia. Bahasa Jepang merupakan bahasa resmi di Jepang dan salah satu bahasa yang banyak digunakan di dunia.
Bahasa Jepang sangat penting karena orang Jepang tidak mau menggunakan bahasa lain. Disamping itu mempelajari juga budayanya karena orang Jepang sangat menghargai budaya.
Setidaknya ini juga dipersiapkan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menyiapkan tenaga-tenaga profesional program Caregiver.Sejumlah tenaga perawat khusus ini dipersiapkan mengikuti pelatihan Bahasa Jepang.
Pelatihan ini dibuka resmi Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina sebagai bagian dari program Caregiver kerjasama Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Kaikoukai Healthcare Corporation.Para peserta mendapat pengetahuan berbahasa Jepang, di Sekolah Bahasa Kaokoukai Kota Banjarmasin, yang berada di PT Gunung Seribu Permata, Jalan Dharma Praja, Banjarmasin Senin (06/01/2025).

Pelatihan Bahasa Jepang di Banjarmasin kali ini semakin spesial.Karena juga dihadiri langsung Pj. Wali Kota Singkawang Sumastro, Chief Representative Kaikoukai Healthcare Corporation perwakilan Indonesia Panji Aria. Sedangkan perwakilan Banjarmasin terdapat Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setdako Banjarmasin Machli Riyadi.
Dari catatan Pemerintah Kota Banjarmasin, Program Bacth 4 ini diikuti sebanyak 22 orang. Tak hanya dari Banjarmasin, namun peserta juga berasal dari sejumlah daerah seperti Baubau (Sulawesi Tenggara), Singkawang (Kalimantan Barat) dan Semarang (Jawa Tengah).
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyambut baik program Caregiver ini bisa terlaksana secara berkesinambungan. Ia optimis para peserta bisa menyerap ilmu yang mereka dapatkan di sini untuk kemudian diaplikasikan saat mereka mengabdi sebagai seorang tenaga perawat di Jepang hingga kembali lagi kesini untuk mengabdi.
“Saya minta semangat dan rasa optimisme ini kita lanjutkan bersama di awal 2025 ini, dan tentu kita ingin kerja sama ini bisa kita selaraskan dengan rumah rumah sakit yang ada di Kalsel,” ujarnya.

Wali Kota Ibnu Sina pun menuturkan, dalam prosesnya program yang diinisiasi sejak tahun 2018 ini sempat mengalami pasang surut. Seperti adanya pandemi Covid-19 yang melanda selama hampir dua tahun.
“Tapi Alhamdulillah dengan semangat dedikasi semua pihak, ini bisa terlaksana dan seterusnya memberi manfaat untuk tenaga kesehatan kita khususnya para perawat, perawat lansia ataupun Caregiver kita yang bekerja di Jepang,” tutur Ibnu.
Ia mencatat, ada sekitar 100 orang per tahunnya di Kalsel yang bekerja di luar negeri baik sektor formal maupun informal. Berkaca kondisi tersebut, Ibnu percaya kerjasama yang terjalin antara Pemko Banjarmasin dan Kaikoukai Healthcare Group akan memberi manfaat yang lebih luas.
“Saya kira ini harus dilanjutkan, karena di satu sisi banyak sekali alumni-alumni kita dari akademi keperawatan,” bebernya lagi.

Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua kampus di Banjarmasin dan Kalsel yang melahirkan alumni-alumni yang tak kalah terampil dan mumpuni. Sehingga menjadi tenaga kerja di sektor kesehatan yang siap pakai dan berdaya saing tinggi.
Sementara itu, secara khusus Pj. Wali Kota Singkawang ,Sumastro sangat berterima kasih dan mengapresiasi Walikota Banjarmasin yang telah menerima hangat 6 orang tenaga perawat mereka berkesempatan mengikuti pelatihan berkualitas seperti ini.
“Mewakili masyarakat Kalimantan Barat khususnya kota Singkawang kami apresiasi kepada bapak Ibnu Sina yang telah memberi peluang dan uluran tangan sehingga kami bisa menjalin kerjasama antara Pemko Banjarmasin dan Kota Singkawang dalam program ini,” ucap Sumastro.
Dirinya mengaku, sangat merasakan manfaat dari kerjasama yang terjalin, sehingga anak-anak muda ini bisa dipersiapkan untuk bekerja di Jepang nantinya.
“Adanya akses yang beliau berikan dan dalam pengayoman beliau (pak Ibnu Sina), Insya Allah angkatan ke 3 dan ke 4 kita berjumlah 6 orang juga akan kita berangkatkan,” tambahnya lagi.
Program caregiver adalah program pelatihan dan pendidikan untuk menjadi perawat khusus atau pengasuh. Caregiver bertugas membantu orang yang tidak bisa merawat dirinya sendiri, seperti lansia, anak-anak, atau orang dengan keterbatasan fisik atau mental. (Ridzky Husna).
