Pemerintah Komitmen Dukung Penguatan Pasar Modal

0
PEMBUKAAN PASAR MODAL UTAMA

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (Foto-Humas Kementerian Perdagangan).

Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati,menegaskan Pemerintah akan mendukung upaya pengembangan dan penguatan Pasar Modal Indonesia, seperti program untuk pendalaman pasar melalui edukasi dan peningkatan literasi masyarakat.

Hal ini ditegaskan Menteri Keuangan saat bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, saat membuka secara resmi Perdagangan Bursa untuk tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (02/01/2025).

“Dukungan pemerintah untuk pasar modal Indonesia diantaranya melalui penyempurnaan kerangka pengaturan di sektor keuangan dan penyelesaian produk turunan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) dan implementasi pajak karbon serta regulasi batas emisi sektoral untuk mendorong pengembangan bursa karbon,” kata Sri Mulyani

Menteri Keuangan juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto untuk bersama-sama menjaga dan memperkuat Indonesia, serta menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk kemakmuran rakyat.

 

Menteri Keuangan saat bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, saat membuka secara resmi Perdagangan Bursa untuk tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (02/01/2025). (Foto-Humas Kementerian Perdagangan).

Dilansir dari Data perdagangan saham BEI periode 30 Desember 2024—3 Januari 2025, disebutkan mayoritas berada pada zona positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa sebesar 6,08% menjadi 1,03 juta kali transaksi dari 970 ribu kali transaksi pada pekan lalu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini mengalami peningkatan sebesar 1,82% menjadi berada pada level 7.164,429 dari 7.036,571 pada pekan lalu. Peningkatan turut dialami oleh kapitalisasi pasar Bursa, yaitu sebesar 1,48% menjadi Rp12.445 triliun dari Rp12.264 triliun pada sepekan sebelumnya. Sedangkan, rata-rata nilai transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 8,45% menjadi Rp9,74 triliun dari Rp10,64 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 12,40% menjadi 21,38 miliar lembar saham dari 24,40 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp571,38 miliar dan investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp817,08 miliar sepanjang tahun 2025

Sementara itu Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan pemerintah mengharapkan seluruh pihak memastikan bahwa saham yang diperjualbelikan di BEI berasal dari perusahaan berfundamental kuat dan dikelola secara baik.

Pemerhati Edukasi Pasar Modal, Syahriyanto mengapresiasi pemerintah yang terus memberikan dukungan positif bagi pengembangan dan kemajuan pasar modal.Dukungan positif tersebut memberikan sinyal positif pula dalam menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan kompetitif.

“Sepanjangan tahun 2024, pasar modal Indonesia tidak hanya mencatatkan pencapaian serta hal baru, tetapi juga terus berupaya dengan selalu berkembang agar senantiasa memberikan optimisme di tahun 2025 ini,” pungkasnya.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!