POLIRAN Buka Jalan Kerja bagi 96 Peserta BLK Kalsel

0
POLIRAN

Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M. Syarifuddin saat berbicara dalam Forum Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) Tahun 2026 yang digelar Polda Kalimantan Selatan di BLK Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Kamis (29/10/2026). (Foto - Biro Adpim Kalsel).

Sebanyak 96 peserta pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan didorong agar tidak berhenti pada penguasaan keterampilan, tetapi memiliki peluang untuk langsung memasuki dunia industri.

Polda Kalsel bahkan berencana mempertemukan peserta dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja melalui penguatan program magang dan rekrutmen.

Upaya tersebut menjadi salah satu fokus Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) Tahun 2026 yang digelar Polda Kalimantan Selatan di BLK Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Kamis (29/10/2026).

Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menekankan bahwa pelatihan harus membuka jalan menuju pekerjaan.

Peserta yang memiliki keterampilan, disiplin, dan menunjukkan kinerja baik selama magang diharapkan mendapat kesempatan direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani praktik.

“Harapannya, setelah selesai magang, adik-adik ini tidak perlu lagi keluar mencari pekerjaan atau melamar ke berbagai tempat. Jika mereka menunjukkan kemampuan dan kinerja yang baik, perusahaan bisa mempertimbangkan untuk langsung merekrut mereka,” ujar Kapolda.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polda Kalsel berencana berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengundang perusahaan-perusahaan yang memiliki kebutuhan tenaga kerja.

Langkah ini diharapkan mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja lokal yang telah dipersiapkan melalui pelatihan.

Kapolda juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh. Penguasaan keterampilan teknis harus diimbangi sikap profesional, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan.

Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari kemampuan peserta menyelesaikan materi pembelajaran. Kesiapan bekerja dan peluang terserap di perusahaan juga perlu menjadi perhatian.

Pemprov Dorong Kolaborasi

Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M. Syarifuddin.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Gubernur mengapresiasi inisiatif Polda Kalsel karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka pengangguran.

Gubernur menilai persoalan pengangguran membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan kepolisian, lembaga pelatihan, dan dunia usaha.

“Pengurangan angka pengangguran merupakan salah satu sasaran utama pembangunan nasional maupun daerah. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak untuk bersama-sama mengatasi persoalan ini,” ungkapnya.

Pertambahan angkatan kerja setiap tahun menjadi tantangan tersendiri, terutama jika tidak diimbangi ketersediaan lapangan pekerjaan. Karena itu, Pemprov Kalsel terus mendorong program bursa kerja atau job fair, pelatihan keterampilan, serta peningkatan kompetensi melalui BLK.

Gubernur berharap POLIRAN memperkuat kerja sama pemerintah daerah dan kepolisian, sekaligus mendorong keterlibatan perusahaan dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Sekdaprov M. Syarifuddin bersama Kapolda Kalsel juga meninjau sejumlah fasilitas pelatihan di BLK. Rombongan mengunjungi gedung teknologi manufaktur, tempat peserta mengikuti praktik pengelasan menggunakan metode SAW (Submerged Arc Welding) posisi 4G.

Peninjauan berlanjut ke gedung otomotif yang dilengkapi sejumlah sepeda motor dan mobil sebagai sarana praktik pemeriksaan, perawatan, dan perbaikan kendaraan.

Di gedung elektronika dan kelistrikan, rombongan melihat ruang teori, meja kerja praktik, serta bilik instalasi listrik yang digunakan peserta untuk mengasah keterampilan.

Fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi peserta untuk mengembangkan kompetensi di bidang manufaktur, otomotif, elektronika, dan kelistrikan.

Kegiatan POLIRAN 2026 turut dihadiri Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Noviar, Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol. Alfis Suhaili, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel Irfan Sayuti, serta Kepala BLK Provinsi Kalsel Dr. Fatmasari Said.

Melalui program ini, Polda Kalsel dan Pemprov Kalsel mendorong agar pelatihan kerja memiliki hubungan lebih kuat dengan kebutuhan perusahaan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan keterampilan yang diperoleh 96 peserta tersebut benar-benar mendapat ruang di pasar kerja, sehingga pelatihan dapat berujung pada kesempatan kerja yang nyata.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!