Perhutani Apresiasi LPK Elang Khatulistiwa
Founder LPK Elang Khatulistiwa Indonesia, Abby bersama Nandang Herdiana ( Kepala Seksi Utama Bidang Ekowisata Kantor Divisi Regional Jawa Barat & Banten) dan Endan Cahyadi (Kepala Sub Seksi Hukum Kepatuhan Agraria dan Komunikasi KPH Bandung Utara).
Dorong Pemandu Wisata Gunung Bersertifikat
Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten mengapresiasi upaya LPK Elang Khatulistiwa Indonesia dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan, khususnya pemandu wisata gunung.
Program ini dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan pariwisata yang mengutamakan profesionalisme, keselamatan pendaki, serta pelestarian lingkungan.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan Perhutani dan Abby, Founder LPK Elang Khatulistiwa Indonesia, di Kantor Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (27/10/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pengembangan SDM pariwisata, terutama melalui edukasi, peningkatan kompetensi, serta pemahaman terhadap aspek legalitas dan sertifikasi profesi pemandu wisata gunung.
Dalam kesempatan tersebut, Abby menyampaikan apresiasi atas dukungan Perhutani yang telah berpartisipasi dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan LPK Elang Khatulistiwa Indonesia.
“Sudah dua kali Perhutani hadir dalam kegiatan webinar kami. Hal ini karena sejumlah jalur pendakian melalui basecamp berada di wilayah Perhutani. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Perhutani terhadap berbagai kegiatan yang bertujuan memajukan sumber daya manusia di sektor kepariwisataan,” kata Abby.

Menurut Abby, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mendorong peningkatan kualitas SDM pariwisata.
Pemandu wisata gunung memiliki peran penting dalam mendampingi pendaki, memberikan informasi mengenai jalur perjalanan, serta membantu menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan selama aktivitas wisata berlangsung.
Karena itu, peningkatan kompetensi dan pemahaman mengenai sertifikasi profesi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemandu wisata yang profesional dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Nandang Herdiana, Kepala Seksi Utama Bidang Ekowisata Kantor Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, menilai program LPK Elang Khatulistiwa Indonesia sangat relevan dengan kondisi dan kebutuhan kepariwisataan saat ini.
Menurut Nandang, program tersebut sejalan dengan upaya pengembangan pariwisata sekaligus pelestarian lingkungan, terutama di kawasan pegunungan dan hutan yang menjadi daya tarik wisata alam.
“Ini sangat relevan dan sejalan dengan program kita sendiri,” ujar Nandang.
Perhatian terhadap kompetensi pemandu wisata gunung dinilai penting karena kegiatan pendakian berkaitan erat dengan keselamatan pengunjung, pemahaman terhadap karakteristik alam, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di kawasan wisata.
Pemandu yang memiliki kompetensi memadai diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, memahami prosedur keselamatan, serta ikut menumbuhkan kesadaran pendaki untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan hutan.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga berkaitan dengan rencana webinar mengenai perizinan dan sertifikasi pemandu wisata gunung.
Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman para pelaku wisata, pengelola basecamp, dan pemandu mengenai pentingnya kompetensi profesional serta aspek legalitas dalam penyelenggaraan kegiatan pendakian.
Kolaborasi antara lembaga pelatihan, pengelola kawasan, dan para pemangku kepentingan pariwisata diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan wisata alam.
Dengan SDM yang semakin kompeten, pengembangan wisata pegunungan diharapkan berjalan seiring dengan upaya menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian hutan.
Dukungan Perhutani terhadap kegiatan LPK Elang Khatulistiwa Indonesia menjadi salah satu langkah untuk memperkuat edukasi dan peningkatan kapasitas SDM kepariwisataan, khususnya dalam pengelolaan aktivitas wisata alam yang profesional, aman, dan berwawasan lingkungan.(Olpah Sari).
