Adaro Spectapreneur Himpun 208 UMKM

0
PAMERAN BANJARBARU

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra bersama Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, serta External Relations Division Head PT Adaro Indonesia, Rinaldo Kurniawan dalam Bazar UMKM Adaro Spectapreneur . (Foto - Humas Adaro Indonesia).

Dorong Produk Lokal Kalsel-Kalteng Naik Kelas

Sebanyak 208 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah memanfaatkan Bazar UMKM Adaro Spectapreneur untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Digelar di Lapangan Murjani, Banjarbaru, pada 21–25 Oktober 2026, kegiatan ini menghadirkan 683 jenis produk dari empat kabupaten.

Bazar tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk bertemu konsumen, meningkatkan penjualan, dan membangun peluang kemitraan bisnis.

Lebih dari sekadar memamerkan produk, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu naik kelas.

Para peserta berasal dari Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara (HSU) di Kalimantan Selatan, serta Kabupaten Barito Timur di Kalimantan Tengah.

Beragam produk yang ditampilkan mencerminkan potensi usaha daerah, mulai dari makanan olahan hingga kerajinan dan aksesori.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, mengapresiasi penyelenggaraan bazar yang dinilainya membuka kesempatan lebih luas bagi UMKM untuk berkembang.

Menurut Tantri, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah UMKM di Kalimantan Selatan mencapai 518.542 unit.

Sementara itu, PT Adaro Indonesia telah membina sekitar 1.800 UMKM melalui program pengembangan usaha yang turut didukung bantuan permodalan.

“UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian karena menyerap 97 persen tenaga kerja. Kita harus berkoordinasi untuk mengidentifikasi seluruh UMKM dan mengembangkan potensinya. Terima kasih kepada PT Adaro Indonesia yang telah mengadakan acara ini,” ujar Tantri saat pembukaan bazar, Rabu (21/10/2026).

 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra bersama Ketua DPRD Kalsel H Supian HK Membuka langsung Bazar UMKM Adaro Spectapreneur .(Foto – Humas Adaro Indonesia).

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal, khususnya Kota Banjarbaru.

Aktivitas bazar diharapkan mendorong transaksi produk lokal sekaligus menggerakkan sektor perdagangan dan jasa di sekitar lokasi kegiatan.

Tantri juga mengingatkan para pelaku UMKM agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempersiapkan usaha menghadapi pasar yang lebih luas. Peningkatan kualitas produk, kemasan, legalitas usaha, sertifikasi halal, serta pemenuhan izin edar BPOM sesuai kategori produk menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

“Kita harus merawat sinergi ini untuk memajukan UMKM daerah menuju kemandirian dan daya saing,” katanya.

Apresiasi turut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK. Ia menilai Bazar UMKM Adaro Spectapreneur menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dukungan lintas sektor dinilai penting agar pelaku usaha daerah memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk memasarkan produknya.

Dengan promosi yang tepat, kualitas yang terjaga, dan akses distribusi yang semakin terbuka, produk UMKM berpeluang menjangkau konsumen di luar daerah asalnya.

Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, yang hadir dalam pembukaan kegiatan, juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan bagi pelaku UMKM dari wilayahnya untuk berpartisipasi.

“Semoga UMKM kami, baik produk makanan maupun aksesori, semakin dikenal luas. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang terlibat dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Kolaborasi untuk UMKM yang Lebih Berdaya Saing

External Relations Division Head PT Adaro Indonesia, Rinaldo Kurniawan, menjelaskan bahwa Bazar UMKM Adaro Spectapreneur merupakan bagian dari upaya perusahaan bersama mitra kerja untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.

Menurut pria yang akrab disapa Edo tersebut, proses UMKM naik kelas tidak cukup diukur dari peningkatan omzet.

Pelaku usaha juga perlu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar yang berlaku, serta membangun jaringan bisnis yang mendukung keberlanjutan usaha.

“Perjalanan UMKM untuk berkembang adalah perjalanan untuk naik kelas. Bukan hanya dalam hal omzet, tetapi dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kualitas, memenuhi standar, dan membangun jaringan yang lebih luas. Dalam konteks inilah Bazar Adaro Spectapreneur diselenggarakan,” kata Edo.

Ia menambahkan, pengembangan UMKM membutuhkan ekosistem usaha yang melibatkan berbagai pihak.

Pemerintah berperan menciptakan lingkungan usaha yang mendukung, sektor swasta dapat membuka peluang pembinaan dan kemitraan, sedangkan pelaku UMKM perlu terus berinovasi serta meningkatkan profesionalisme pengelolaan bisnis.

Sinergi tersebut diharapkan melahirkan UMKM yang tidak sekadar mampu bertahan menghadapi perubahan pasar, tetapi juga memiliki fondasi usaha yang kuat untuk berkembang dalam jangka panjang.

Bagi para peserta, bazar selama lima hari ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat.

Peluang memperoleh pelanggan baru, menjalin hubungan dengan mitra usaha, dan mendapatkan masukan dari konsumen menjadi bagian penting dari proses pengembangan bisnis.

Adaro Spectapreneur diharapkan tidak berhenti sebagai agenda promosi sesaat. Keberlanjutan pembinaan, akses permodalan, penguatan kualitas produk, serta perluasan jaringan pemasaran menjadi faktor penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Edo menggambarkan semangat kolaborasi tersebut melalui filosofi yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun kemajuan.

“Sungai mengalir menuju muara, membawa manfaat sepanjang perjalanan. Kolaborasi adalah kunci kemajuan bersama, UMKM naik kelas menuju kemandirian,” tuturnya.

Melalui Bazar UMKM Adaro Spectapreneur, produk lokal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diharapkan semakin dikenal, memiliki daya saing lebih kuat, dan mampu memperluas kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Pada saat yang sama, tumbuhnya UMKM yang mandiri diharapkan membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!