“JAHITAN WAKTU” Merawat Tradisi, Menyulam Masa Depan Bersama Bank Kalsel

0
JULAK BANK KALSEL

Ada hal-hal berharga dalam hidup yang tak pernah lekang oleh waktu. Kasih sayang keluarga, ketulusan dalam persahabatan, dan warisan budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Nilai-nilai itulah yang dihadirkan Bank Kalsel melalui film pendek berjudul “Jahitan Waktu”, sebuah kisah yang merangkai kedekatan, kesetiaan, dan semangat untuk terus bertumbuh tanpa kehilangan akar tradisi.

Film ini membawa penonton menyusuri kehidupan sederhana di sebuah kampung di Kalimantan Selatan. Di sana, seorang anak lelaki dari keluarga biasa menjalani hari-harinya seperti anak-anak seusianya.

Ia rajin bersekolah, bermain bersama teman-teman, serta tumbuh dalam lingkungan yang menyimpan kekayaan budaya dan nilai-nilai kehidupan.

Di tengah kesederhanaan itu, hadir sosok seorang penjahit yang diperankan oleh Mukhlis Maman, seniman Kalimantan Selatan. Lewat kesehariannya, tokoh ini menjadi bagian penting dari cerita tentang kehidupan, ketekunan, dan hubungan antargenerasi.

Namun, Jahitan Waktu bukan sekadar kisah tentang seorang penjahit dan seorang anak. Lebih dari itu, film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga sesuatu yang diwariskan oleh masa lalu, agar tetap hidup dan bermakna di masa depan.

Salah satu warisan budaya yang mendapat perhatian dalam film ini adalah musik tradisional Kuriding, alat musik khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai budaya dan identitas masyarakat Banjar.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan selera generasi muda, Kuriding menjadi pengingat bahwa tradisi tidak seharusnya berhenti sebagai kenangan.

Tetapi perlu diperkenalkan, dimainkan, dipelajari, dan diwariskan agar tetap menemukan tempat di hati generasi penerus.

Sebab, budaya akan terus hidup bukan hanya karena pernah ada, melainkan karena masih ada orang-orang yang bersedia merawatnya.

Melalui pendekatan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, Jahitan Waktu mengajak penonton memahami bahwa kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan masa lalu.

Justru, masa depan yang kuat adalah masa depan yang dibangun dengan menghargai akar budaya dan kearifan lokal.

Seperti seorang penjahit yang menyatukan helai demi helai benang menjadi selembar kain utuh, kehidupan pun dirajut oleh kenangan, kasih sayang, kerja keras, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Setiap jahitan memiliki cerita. Setiap tradisi menyimpan makna. Dan setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar warisan itu tidak terputus oleh waktu.

Melalui Jahitan Waktu, Bank Kalsel menghadirkan pesan bahwa kedekatan dengan masyarakat bukan hanya tentang hadir dalam kehidupan ekonomi, tetapi juga tentang menghargai identitas, merawat kebudayaan, dan mendukung semangat masyarakat untuk terus berkembang.

Dan disisi lain waktu boleh terus bergerak. Zaman boleh berubah. Teknologi boleh semakin maju. Namun, selama nilai-nilai luhur tetap dijaga dan tradisi terus diwariskan, jati diri sebuah masyarakat akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan.

“Jahitan Waktu” menjadi pengingat bahwa masa depan tidak harus memutus hubungan dengan masa lalu. Sebab, tradisi yang dirawat hari ini adalah warisan berharga yang akan menghangatkan kehidupan generasi esok.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!