Dishub Kalsel–Bank Kalsel Perkuat Transportasi Publik
Foto Ilustrasi AI-Dok Economic Travelling.Com.
Biaya perjalanan menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memilih moda transportasi sehari-hari.
Bagi pekerja yang harus berangkat dan pulang setiap hari, pelajar, hingga warga yang mengandalkan angkutan umum untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tarif yang terjangkau dapat membantu menekan pengeluaran sekaligus memperluas akses mobilitas.
Upaya memperkuat layanan transportasi publik tersebut didorong melalui kolaborasi Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan dan Bank Kalsel dalam program bertajuk “Bersama Menggerakkan Transportasi Banua”.
Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung layanan angkutan umum yang lebih mudah diakses, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Salah satu bentuk dukungan yang disoroti adalah Tarif Papadaan, yang menjadi bagian dari upaya mendorong transportasi publik agar dapat digunakan oleh lebih banyak lapisan masyarakat.
Informasi mengenai kolaborasi tersebut turut disampaikan melalui akun Instagram Dinas Perhubungan Kalsel.
Dari perspektif ekonomi perkotaan, keterjangkauan ongkos transportasi memiliki pengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
Biaya perjalanan yang lebih ringan dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lain, mulai dari pangan dan pendidikan hingga kebutuhan keluarga sehari-hari.
Transportasi publik juga berperan dalam menghubungkan masyarakat dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi, kawasan perkantoran, sekolah, pasar, serta layanan publik. Semakin mudah dan terjangkau akses perjalanan, semakin besar peluang masyarakat untuk menjalankan aktivitas produktif tanpa harus selalu bergantung pada kendaraan pribadi.
Transportasi Publik dan Efisiensi Ekonomi Kota
Penguatan angkutan umum memiliki arti penting bagi perkembangan kawasan perkotaan di Kalimantan Selatan.
Pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas penduduk perlu diimbangi dengan layanan transportasi yang mampu menjangkau kebutuhan perjalanan masyarakat secara efisien.
Ketergantungan yang tinggi terhadap kendaraan pribadi berpotensi menambah kepadatan lalu lintas, kebutuhan ruang parkir, serta biaya perjalanan.
Sebaliknya, angkutan umum yang andal dan nyaman dapat menjadi alternatif mobilitas sekaligus mendukung penggunaan ruang kota secara lebih efisien.
Namun, kebijakan tarif perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan. Masyarakat akan lebih terdorong menggunakan transportasi publik apabila tarifnya terjangkau, jadwalnya jelas, akses menuju titik keberangkatan mudah, dan perjalanan memberikan rasa aman serta nyaman.
Karena itu, keberhasilan program transportasi publik perlu dilihat dari manfaat yang dirasakan penumpang, bukan semata-mata dari tersedianya armada atau pelaksanaan program kerja sama. Pertumbuhan jumlah pengguna, keteraturan layanan, jangkauan rute, dan kepuasan masyarakat dapat menjadi indikator untuk menilai efektivitas kebijakan.(Olpah Sari).
