FUGO Hotel, Empat Tahun Melaju di Industri Hospitality

0
FUGO HOTEL 4 TAHUN

Menangkap Denyut Ekonomi Kota Seribu Sungai yang Terus Bergerak

Pertumbuhan sebuah kota selalu melahirkan kebutuhan baru, seperti halnya dengan Banjarmasin.

Ketika aktivitas bisnis meningkat, mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan berbagai agenda ekonomi terus berlangsung, industri hospitality menjadi salah satu sektor yang ikut merasakan denyut perubahan tersebut.

Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai tidak hanya dikenal melalui kekayaan budaya sungai, pasar terapung, dan kulinernya. Kota ini juga berkembang sebagai pusat perdagangan, jasa, pemerintahan, serta pintu masuk aktivitas ekonomi Kalimantan Selatan.

Dalam ekosistem tersebut, hotel memiliki peran yang semakin luas. Kehadiran hotel tidak lagi sekadar menyediakan kamar untuk tempat beristirahat, tetapi menjadi ruang pertemuan bisnis, tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, hingga bagian dari pengalaman perjalanan seseorang ketika berada di sebuah kota.

Di tengah perkembangan industri hospitality yang semakin kompetitif, FUGO Hotel Banjarmasin memasuki usia keempat dengan optimisme untuk terus bertumbuh dan memperkuat posisinya.

Mengangkat tema “Fourtastic and Moving Forward”, perayaan ulang tahun keempat FUGO Hotel menjadi momentum refleksi perjalanan sekaligus langkah baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat inovasi, dan membangun kolaborasi yang lebih luas.

General Manager FUGO Hotel Banjarmasin, Anastasia Damayanti, mengatakan perjalanan empat tahun menjadi energi baru bagi seluruh manajemen dan karyawan untuk terus bergerak menghadapi perubahan industri perhotelan.

“Tema ulang tahun keempat ini adalah Fourtastic and Moving Forward. Ini memberi semangat bagi kami untuk terus melangkah ke depan, berkembang lebih baik, dan memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu,” ujarnya saat perayaan ulang tahun FUGO Hotel Banjarmasin di Sante Coffee, Senin (03/08/2026).

Menurut Anastasia, karakter konsumen saat ini mengalami perubahan. Tamu hotel tidak hanya mencari tempat menginap, tetapi juga menginginkan pengalaman yang nyaman, pelayanan berkualitas, serta fasilitas yang mampu mendukung kebutuhan perjalanan bisnis maupun wisata.

Karena itu, FUGO Hotel terus melakukan berbagai inovasi layanan, memperluas jaringan kerja sama, dan memperkuat hubungan dengan berbagai sektor agar mampu menjadi salah satu hotel yang memiliki daya saing di Kalimantan Selatan.

 

Foto Ilustrasi – Seorang Wisatawan mancanegara terpesona dengan keunikan Kuliner Banjar serta Wadai Banjar yang menggoda selera. Kuliner Banjar mendapat tempat di industri hospitality (Foto – Olpah Sari).

Banjarmasin dan Masa Depan Industri Hospitality

Pertumbuhan industri hotel di Banjarmasin tidak dapat dilepaskan dari karakter ekonomi kota ini. Sebagai pusat perdagangan dan jasa di Kalimantan Selatan, Banjarmasin memiliki pasar hospitality yang relatif beragam.

Permintaan terhadap hotel tidak hanya berasal dari wisatawan, tetapi juga dari perjalanan bisnis, kegiatan pemerintahan, seminar, konferensi, pertemuan perusahaan, hingga berbagai aktivitas komunitas.

Kondisi tersebut membuat industri hotel di Banjarmasin memiliki fondasi yang kuat karena tidak bergantung pada satu segmen pasar saja.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan industri perhotelan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat pergerakan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK), jumlah tamu menginap, serta rata-rata lama tinggal menjadi gambaran bagaimana aktivitas perjalanan masyarakat terus bergerak.

Di Kalimantan Selatan, tingkat hunian hotel berbintang menunjukkan aktivitas yang tetap positif.

Berdasarkan data BPS Kalimantan Selatan, Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang pada Desember 2025 berada pada angka 59,80 persen.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap layanan akomodasi masih memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

Bagi Banjarmasin, industri hotel memiliki posisi strategis karena kota ini menjadi simpul berbagai kegiatan. Perjalanan bisnis, agenda pemerintahan, aktivitas pendidikan, hingga kegiatan pariwisata terus menciptakan kebutuhan terhadap fasilitas hospitality yang berkualitas.

 

Foto Ilustrasi – Kambing GulinG ala Timur Tengah.Kuliner jazirah arab salah satu yang akrab di lidah wisatawan nusantara dan mancanegara, menjadi menu Iftar Ramadan di FUGO Hotel Banjarmasin.(Foto Olpah Sari).

Hotel Sebagai Bagian dari Ekonomi Kota

Perjalanan sebuah hotel tidak pernah berdiri sendiri. Di balik operasional hotel terdapat rantai ekonomi yang melibatkan banyak pihak.

Ketika sebuah hotel berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengelola dan pekerja hotel, tetapi juga oleh pemasok bahan makanan, pelaku UMKM, transportasi, penyelenggara acara, hingga sektor ekonomi kreatif.

Karena itu, pertumbuhan industri hospitality menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

FUGO Hotel memiliki nilai strategis karena berada dalam kawasan yang terintegrasi dengan Duta Mall Banjarmasin. Kombinasi antara pusat perbelanjaan dan fasilitas hotel menciptakan ekosistem yang memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas dalam satu kawasan, mulai dari kebutuhan bisnis, kuliner, hiburan, hingga akomodasi.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan FUGO Hotel sebagai bagian dari perkembangan Kota Banjarmasin.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin kami mengucapkan selamat ulang tahun FUGO Hotel keempat. Terima kasih telah menjadi bagian dari Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Menurut Ibnu, keberadaan hotel modern memberikan kontribusi terhadap penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kota.

“FUGO Hotel menjadi bagian destinasi wisata pendamping pusat perbelanjaan Duta Mall Banjarmasin. Hal ini menjadi keistimewaan bagi Kota Banjarmasin,” katanya.

Empat Tahun Menuju Fase Kematangan

Dalam perspektif bisnis, perjalanan empat tahun merupakan periode penting bagi sebuah perusahaan. Pada fase ini, organisasi mulai memperkuat fondasi, membangun kepercayaan pelanggan, sekaligus menemukan strategi menghadapi persaingan.

Perwakilan media dan akademisi, Muhammad Risanta, memberikan apresiasi terhadap perjalanan FUGO Hotel Banjarmasin yang telah memasuki usia empat tahun.

Menurutnya, kemampuan sebuah bisnis untuk bertahan dan berkembang menunjukkan adanya proses adaptasi serta inovasi yang berjalan secara konsisten.

“Dalam teori bisnis, usia empat tahun merupakan fase menuju kematangan. Harapannya, kematangan tersebut terus tumbuh dan memberikan warna bagi perekonomian Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Risanta menilai industri hospitality memiliki posisi penting dalam pembangunan ekonomi daerah karena hotel menjadi bagian dari rantai usaha yang menghubungkan berbagai sektor.

“Hotel tidak hanya menjual kamar, tetapi juga menghadirkan pengalaman, membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan UMKM, dan memperkuat aktivitas ekonomi kota,” kata pria yang Juga Ahli Pers Dewan Pers.

Melangkah Bersama Pertumbuhan Banua

Memasuki perjalanan tahun kelima, FUGO Hotel Banjarmasin menghadapi tantangan untuk terus menjaga kualitas pelayanan sekaligus memperkuat identitasnya di tengah persaingan industri hospitality.

Perubahan perilaku konsumen menuntut perusahaan hotel untuk terus beradaptasi. Pelayanan yang berkualitas, inovasi berkelanjutan, dan kemampuan memahami kebutuhan pelanggan menjadi kunci mempertahankan kepercayaan pasar.

Empat tahun perjalanan menjadi fondasi penting bagi FUGO Hotel untuk melangkah lebih jauh.

Di tengah pertumbuhan Kota Banjarmasin sebagai pusat ekonomi dan pariwisata Kalimantan Selatan, FUGO Hotel memiliki peluang untuk terus mengambil peran sebagai bagian dari perkembangan industri hospitality Banua.(Olpah Sari).

Penulis adalah Jurnalis dan Pemimpin Umum Media Economic Travelling.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!