Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026, Jaga Rupiah hingga Pelosok
Foto Ilustrasi - Petugas Bank Indonesia bersama TNI AL menghadirkan layanan kas sekaligus memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan sungai dan daerah terpencil di Pulau Kalimantan. (Foto - Dok Economic Travelling.Com).
Bank Indonesia kembali menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan Rupiah hingga wilayah terdepan melalui pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Kalimantan (ERK) 2026.
Program ini menjadi langkah nyata menghadirkan layanan kas sekaligus memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan sungai dan daerah terpencil di Pulau Kalimantan.
ERK 2026 dilaksanakan pada 27 hingga 30 April 2026 oleh seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di wilayah Kalimantan. Kick off kegiatan dipusatkan di Dermaga Penumpang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sebagai simbol dimulainya perjalanan Rupiah menuju pelosok daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan perbankan dan penukaran uang layak edar.
“Melalui program ini, Bank Indonesia memastikan masyarakat di kawasan pedalaman tetap memperoleh uang Rupiah dalam kondisi layak edar.” Terang Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Fadjar Majardi, dalam keterangan resminya yang dikirimkan ke sejumlah media, Senin (27/04/2026).

Menurutnya langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di daerah.
Ekspedisi ini menjangkau sejumlah aliran sungai strategis yang menjadi urat nadi transportasi dan perdagangan masyarakat, seperti Sungai Kayan di Kalimantan Utara, Sungai Mahakam dan Sungai Kandilo di Kalimantan Timur, Sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat.
Selain layanan penukaran uang, ERK 2026 juga membawa misi edukasi kepada masyarakat.
“Bank Indonesia memberikan pemahaman mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS, hingga literasi keuangan dasar agar masyarakat semakin inklusif dalam memanfaatkan layanan keuangan modern,” tambahnya.
Tak hanya itu, kegiatan sosial lain turut menyertai ekspedisi ini, seperti perpustakaan keliling, layanan kesehatan, hingga edukasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perairan sungai.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kehadiran Bank Indonesia bukan sekadar soal uang tunai, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia menggandeng TNI Angkatan Laut untuk mendukung mobilisasi armada dan pengamanan selama perjalanan.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan sinergi antarlembaga negara dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026 menjadi bukti bahwa negara hadir hingga pelosok negeri.
Rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi lambang persatuan yang harus dijaga keberadaannya di setiap sudut Indonesia, termasuk di tepian sungai Kalimantan.(Olpah Sari).
