Sekdaprov Kalsel Ajak Masyarakat Teladani Warisan Ulama
Sekdaprov Kalsel HM Syarifuddin disambut hangat warga dan ulama serta tokoh masyarakat begitu tiba di acara eringatan Haul ke-21 KH. Ali Noordin Gazali bin KH. Gazali atau yang dikenal sebagai Guru Cangkring, Tapin. (Foto - Biro Adpim Kalsel).
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, mengajak masyarakat untuk terus meneladani warisan para ulama sebagai pedoman dalam kehidupan beragama maupun sosial kemasyarakatan.
Ajakan tersebut disampaikan Sekdaprov saat menghadiri peringatan Haul ke-21 KH. Ali Noordin Gazali bin KH. Gazali atau yang dikenal sebagai Guru Cangkring, di Masjid Darussalam Cangkring, Kabupaten Tapin, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Syarifuddin, haul bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi momentum penting untuk mengenang perjuangan ulama sekaligus mengambil pelajaran dari nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan kepada umat.
“Hari ini kita menghadiri haul Tuan Guru Haji Ali Noordin yang ke-21. Alhamdulillah, kita banyak belajar dari beliau, terutama keteladanan dalam hal keagamaan,” ujar Syarifuddin usai kegiatan.
Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menilai peran ulama sangat besar dalam membangun karakter masyarakat, menjaga persatuan, serta menanamkan nilai moral di tengah perkembangan zaman.
Karena itu, warisan pemikiran, akhlak, dan perjuangan para ulama harus terus dijaga serta diteruskan kepada generasi muda.
“Keteladanan dalam kehidupan beragama dan sosial yang telah dicontohkan almarhum hendaknya menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sekdaprov menambahkan, kegiatan haul juga menjadi ruang mempererat ukhuwah islamiah dan silaturahmi antarwarga. Menurutnya, tradisi keagamaan seperti ini memiliki nilai penting dalam menjaga kebersamaan masyarakat Banua.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya memperdalam nilai keagamaan, tetapi juga memperkuat ukhuwah islamiah dan silaturahmi di tengah masyarakat. Ini yang terus kita jaga dan dorong,” tuturnya.
Ali Noordin Gazali dikenal sebagai ulama kharismatik Tapin yang istiqamah berdakwah dan membina umat. Semasa hidupnya, beliau mendirikan Majelis Ta’lim Ratib Al-Haddad serta Pondok Pesantren Ummu Salmah di Rantau.
Hingga kini, jejak pengabdian Guru Cangkring masih dirasakan masyarakat melalui lembaga pendidikan dan majelis ilmu yang terus berjalan.
Syarifuddin berharap masyarakat Tapin khususnya dan Kalimantan Selatan pada umumnya dapat meneladani semangat pengabdian Guru Cangkring dalam membangun kehidupan yang religius, damai, dan harmonis.
“Mudah-mudahan masyarakat bisa meneladani apa yang telah beliau ajarkan, baik dalam kehidupan beragama maupun kehidupan sosial,” pungkasnya.
Peringatan haul tersebut dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, guru agama, serta ribuan jamaah yang mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk dan penuh penghormatan.(Fikri Husaini).
