ASPPI Jatim Langsung Tancap Gas
Ketua Umum ASPPI Azwani Awi melantik Pengurus DPD ASPPI Jatim. (Foto - Tim ASPPI Jatim).
Tidak banyak organisasi yang berani “menjejalkan” lima agenda besar dalam satu hari.
Namun itulah yang dilakukan ASPPI DPD Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (11/04/2026).
Pelantikan, halal bihalal, rapat kerja daerah, hingga perayaan 18 tahun,semuanya dirangkai dalam satu momentum.
Bagi ASPPI daerah tersebut, ini bukan sekadar padat agenda. Melainkan sinyal bahwa organisasi ini sedang bergerak cepat.
Tercatat begitu prosesi pelantikan selesai, forum tidak berhenti pada seremoni. Kegiatan pun arahnya langsung digeser ke ruang yang lebih substantif yakni Rakerda.
Di Gedung BSI Regional Office, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, kegiatan tersebut dihadiri langsung jajaran DPP, mulai dari Ketua Umum, Azwani Awi, Wakil Ketua Umum Jefry Rompis, hingga Sekretaris Umum Risang Megandaru.
Ketua ASPPI DPD Jawa Timur, Eko Mujiono, menegaskan saat ini pihaknya tidak menyisakan ruang untuk pola lama. Fokusnya jelas adalah penguatan sumber daya manusia dan ekspansi organisasi ke daerah.
“Organisasi harus hidup di lapangan, bukan hanya di struktur,” tegas Eko Mujiono.
Hal ini menurutnya adalah garis tegas yang mendorong spirit jajaran pengurus baru periode 2026–2030.

Langkah konkret pun disiapkan. Pembentukan DPC di wilayah timur, seperti Banyuwangi dan sekitarnya, masuk dalam agenda terdekat. Ini bukan sekadar perluasan wilayah, tetapi upaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih merata.
Di saat yang sama, kualitas anggota menjadi taruhan. Sertifikasi dan pelatihan didorong sebagai standar, bukan lagi pelengkap. Dalam industri yang kian kompetitif, kapasitas menjadi pembeda utama.
Tak berhenti di internal, ASPPI Jatim juga mulai membuka jalur kolaborasi lebih luas. Roadshow ke kabupaten dan kota disiapkan untuk memperkenalkan organisasi sekaligus menjalin sinergi dengan dinas pariwisata dan komunitas lokal.
Gerak cepat ini juga ditopang oleh dukungan eksternal. Kehadiran perbankan melalui Bank Syariah Indonesia menjadi sinyal awal bahwa kolaborasi lintas sektor mulai dibangun. Bahkan, apresiasi khusus diberikan sebagai bentuk kemitraan yang mulai terjalin.
Dukungan eksternal terlihat dengan kehadiran langsung Kepala Cabang BSI Manyar, Rahmiayu.Hal ini menandai adanya kemitraan strategis yang mulai dibangun. ASPPI bahkan memberikan apresiasi kepada Bank Syariah Indonesia sebagai mitra kolaborasi.
Sementara itu ekspansi organisasi kerap mudah di atas kertas, tetapi tidak selalu hidup di lapangan. Sertifikasi bisa dirancang, tetapi dampaknya baru terasa jika benar-benar meningkatkan kapasitas anggota.
“Momentum 18 tahun bagi ASPPI Jatim sendiri adalah, kami tidak ingin menghabiskan energi untuk melihat ke belakang, tetapi itu sebagai acuan. Kami memilih melompat ke depan,lebih cepat, lebih agresif,” terang pria yang sehari-hari adalah Direktur Aleta Tour & Travel.
Bagi ASPPI Jatim, organisasi pariwisata tidak diukur dari jumlah pengurus yang dilantik, tetapi dari seberapa besar kontribusinya terhadap ekosistem pariwisata itu sendiri.(Fikri Husaini).
