BSI Dominasi 83% Pasar Haji, Perkuat Distribusi Digital & Agen

0
BSI HAJI 2026

Foto Ilustrasi - Dok Olpah Sari.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengonsolidasikan posisinya sebagai pemain utama di bisnis haji nasional dengan memperkuat distribusi layanan berbasis digital dan jaringan agen.

Strategi ini diarahkan untuk menangkap potensi transaksi jelang musim haji sekaligus memperdalam penetrasi tabungan haji.

Perseroan mengoptimalkan pelunasan biaya haji melalui e-channel, didukung 126 ribu BSI Agen dan jaringan kantor cabang di seluruh Indonesia.

Pendekatan ini mempertegas pergeseran model layanan dari konvensional ke distribusi berbasis teknologi dan jaringan komunitas.

Di sisi produk, BSI memperluas value proposition melalui Kartu Debit Visa Umrah yang dapat digunakan di Tanah Suci serta layanan BSI Call 14040 untuk akses perbankan real-time.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem haji dan umrah yang terintegrasi, dari pra-keberangkatan hingga pascakepulangan.

Secara bisnis, BSI saat ini menguasai sekitar 83% pangsa calon jemaah haji reguler Indonesia. Dominasi ini ditopang pertumbuhan tabungan haji yang tetap solid.

Hingga Februari 2026, tabungan haji tercatat Rp15,47 triliun, tumbuh 10,98% secara tahunan (YoY) dengan lebih dari 7 juta rekening.

Kinerja tersebut berkontribusi pada penguatan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp366 triliun atau naik 14,76% YoY.

Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah, sekaligus memperkuat likuiditas untuk mendukung fungsi intermediasi.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan akselerasi bisnis haji akan bertumpu pada penguatan infrastruktur digital.

“Perseroan mendorong pemanfaatan platform BYOND by BSI untuk memperluas akses pembukaan tabungan haji dan meningkatkan inklusi keuangan syariah,” jelasnya dalam keterangan resmi kepada media, Jumat (10/04/2026).

Dengan basis nasabah yang besar dan strategi distribusi yang agresif, BSI tidak hanya menjaga dominasi, tetapi juga mempertebal moat bisnis di segmen haji, salah satu ceruk paling likuid dan berkelanjutan di industri perbankan nasional.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!