Hapus Trauma Calap, Normalisasi Sungai Pemurus Segera
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR terjun langsung bersih-bersih kampung. (Foto - Media Center Banjarmasin).
Keluhan warga Pemurus Dalam soal genangan air menahun akhirnya dijawab dengan aksi nyata.
Bukan sekadar instruksi di balik meja, Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, terjun langsung menyisir titik rawan di kawasan Kompleks TNI AD, Jalan Soeprapto A. Yani KM 5,5, Jumat (10/4).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota tidak lagi menoleransi lambatnya aliran air yang kerap melumpuhkan aktivitas warga.
Normalisasi sungai di wilayah Banjarmasin Selatan kini bukan lagi wacana, melainkan mandat yang harus segera dieksekusi.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota melihat langsung bagaimana pendangkalan dan hambatan pada saluran air menjadi pemicu utama fenomena calap.
Fokus utama kini diarahkan pada pemulihan fungsi drainase agar mampu menampung debit air saat intensitas hujan tinggi maupun pasang sungai.

“Kawasan ini adalah titik perhatian kita. Normalisasi dan pembersihan total harus dilakukan. Kita ingin warga tidak lagi dihantui kecemasan setiap kali hujan turun,” tegas Yamin di lokasi.
Menariknya, rencana besar Yamin melampaui urusan teknis air. Ia membidik potensi lahan di Pemurus Dalam untuk diubah menjadi zona produktif.
Dengan penataan yang rapi, lahan-lahan tidur di sekitar aliran sungai diproyeksikan menjadi sentra perkebunan dan perikanan warga.
Visi ini bertujuan menciptakan ekosistem lingkungan yang mandiri. Jika lahan tertata dan produktif, warga secara otomatis akan memiliki rasa kepemilikan yang tinggi untuk menjaga kebersihan sungai mereka sendiri.
Menagih Konsistensi Aparatur
Ketegasan juga ditunjukkan Yamin kepada jajaran Camat dan Lurah. Ia mewanti-wanti agar aksi kolaborasi dengan warga (korve) ini menjadi agenda rutin yang terukur, bukan sekadar seremonial sesaat.
“Saya minta koordinasi lintas sektor diperkuat. Potensi pengembangan lahan produktif ini harus dipikirkan serius mulai sekarang. Jangan sampai berhenti di sini saja,” pungkasnya lugas.
Kini, bola panas berada di tangan aparatur wilayah dan partisipasi warga. Harapannya satu Pemurus Dalam segera naik kelas, dari kawasan rawan genangan menjadi wilayah yang tertata, bersih, dan berdaya secara ekonomi.(Olpah Sari).
