Teras Masjid Al-Ikhlas, Mendengar Rakyat di Senja Ramadan
Gubernur Kalsel H Muhidin saat tiba di Masjid Al-Ikhlas di Kompleks Bumi Cahaya Bintang, Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, disambut gembira warga. (Foto - Biro Adpim Kalsel).
Langit Banjarbaru mulai berubah jingga ketika halaman Masjid Al-Ikhlas di Kompleks Bumi Cahaya Bintang, Kelurahan Sungai Besar, dipenuhi warga, Jumat (6/3/2026).
Anak-anak duduk di tangga masjid sambil bercanda, sebagian berlarian kecil di halaman. Para orang tua memilih duduk bersila di teras, berbincang pelan sembari menunggu azan magrib.
Aroma hidangan berbuka mulai tercium dari sudut-sudut halaman. Namun sore itu, warga bukan hanya menunggu waktu berbuka.
Mereka juga menunggu kedatangan dua pemimpin daerah yakni Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.
Ketika rombongan tiba menjelang petang, suasana yang semula tenang mendadak hidup. Warga berdiri, sebagian melambaikan tangan, beberapa anak mencoba mendekat untuk sekadar melihat lebih dekat.
Di tengah keramaian itu, Hasnuryadi tidak langsung menuju tempat duduk yang disiapkan panitia. Ia justru beberapa kali berhenti menyapa warga yang duduk di teras masjid.
Seorang bapak paruh baya menyalaminya dengan senyum lebar. Seorang anak kecil tampak malu-malu ketika diajak berbicara.
Bagi Hasnuryadi, momen seperti itu justru menjadi bagian paling penting dari Safari Ramadan.
“Ramadan selalu mengingatkan kita bahwa pemimpin harus lebih dekat dengan rakyat,” katanya pelan.

Menurutnya, tidak semua suara masyarakat bisa terdengar dari ruang rapat atau laporan resmi. Banyak cerita justru muncul dari percakapan sederhana di masjid, di halaman kampung, atau di sela-sela kegiatan seperti Safari Ramadan.
“Kadang warga hanya ingin didengar. Dari situ kita bisa memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan,” ujarnya.
Safari Ramadan sendiri telah menjadi tradisi tahunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Tahun ini, Banjarbaru menjadi titik ketiga setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.
Namun bagi warga yang hadir malam itu, kegiatan tersebut terasa lebih seperti pertemuan keluarga besar ketimbang acara resmi pemerintah.
Gubernur H. Muhidin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga serta bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Al-Ikhlas.
Di antara warga yang duduk menunggu berbuka, beberapa terlihat mengangguk ketika mendengar kabar bantuan tersebut. Masjid itu memang menjadi pusat kegiatan warga di lingkungan tersebut, bukan hanya untuk salat, tetapi juga tempat berkumpul dan bermusyawarah.
Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby yang turut hadir mengatakan bahwa kehadiran pimpinan provinsi secara langsung di tengah masyarakat membawa semangat tersendiri bagi warga.
Menurutnya, pertemuan seperti ini memperkuat hubungan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Ketika azan magrib akhirnya berkumandang, seluruh percakapan berhenti sejenak. Warga yang sejak sore berkumpul pun mulai berbuka bersama.
Di teras masjid, piring-piring sederhana dibagikan. Kurma, air minum, dan hidangan ringan berpindah dari tangan ke tangan.
Hasnuryadi terlihat kembali berbincang dengan beberapa warga di dekatnya.
Di tengah suasana Ramadan yang hangat itu, jarak antara pemimpin dan masyarakat terasa menipis.
“Kalau kita sering bertemu seperti ini, kita akan selalu ingat siapa yang kita layani,” kata Hasnuryadi.
Senja pun berganti malam. Namun bagi banyak warga yang hadir, kebersamaan di halaman Masjid Al-Ikhlas sore itu meninggalkan kesan sederhana bahwa pemimpin yang hadir dan mendengar, sering kali lebih berarti daripada sekadar pidato panjang di atas podium.(Olpah Sari).
