Aklamasi, H. Andi Fitri Direkomendasikan Pimpin Gekrafs Kalsel

0
GEKRAFS UTAMA SEKALI .jpeg

H.Andi Fitri se mm sebagai Ketua yang direkomendasikan menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus periode pertama. (Foto - Olpah Sari).

Andi Fitri kembali dipercaya memimpin Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gekrafs Kalsel periode selanjutnya. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I yang digelar di Ballroom Restoran Lima Rasa Banjarmasin, Sabtu (28/02/2026).

Dalam Forum Muswil seluruh peserta menetapkan Andi Fitri sebagai Ketua yang direkomendasikan untuk kembali menakhodai organisasi yang sebelumnya telah ia pimpin.Sosok pria yang dikenal sebagai pekerja keras, rendah hati, sederhana namun tegas dinilai pas meneruskan kembali kepemimpinan organisasi.

Seluruh peserta Forum Muswil I ini berharap DPP Gekrafs merestui rekomendasi mereka dalam menentukan pimpinan terbaik dan menetapkan secara resmi H Andi Fitri sebagai Ketua DPW Gekrafs Kalsel Periode 2026-2029.

Di bawah kepemimpinannya, Gekrafs Kalsel dinilai berhasil melangkah lebih progresif dan menjadi salah satu percontohan organisasi kreatif yang solid di Banua.

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) sendiri diakui sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia yang fokus pada pengembangan ekosistem industri kreatif.

Organisasi ini menjadi wadah kolaborasi para pelaku kreatif untuk bertumbuh dan berkontribusi dalam mempercepat pemulihan serta penguatan ekonomi nasional.

 

H.Andi Fitri SE MM saat memberikan laporan pertanggungjawaban di depan pimpinan sidang yang diketuai Ahmad Fikri Hadin S.H., LL.M. (Foto – Olpah Sari).

Di hadapan peserta Muswil, Andi Fitri menyampaikan rasa syukur atas kekompakan pengurus dan anggota yang dinilai menjadi kunci keberhasilan organisasi selama ini.

“Kerja-kerja yang telah kita lakukan menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan ekonomi kreatif. Ke depan, kita harus semakin solid dalam membangun komunikasi dengan para stakeholder, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai kolaborasi dalam setiap langkah,” ujarnya.

Ia menegaskan, ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri. Pengurus perlu memperkuat komunikasi, memperluas kolaborasi, serta mengompilasi dan mempromosikan produk-produk kreatif daerah.

Sinergi dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) juga harus terus dijaga agar arah kebijakan dan program tetap selaras.

Terkait pengembangan produk kreatif, Andi Fitri menilai diperlukan strategi matang dalam memperkuat identitas daerah.

“Kita perlu strategi yang jelas dalam mencantumkan identitas daerah agar para pemangku kepentingan memahami potensi Kalimantan Selatan. Kondisi politik dan ekonomi kreatif harus kita arahkan agar mampu menarik investasi sejak dini,” tambahnya.

Ia menegaskan komitmen Gekrafs Kalsel untuk terus menumbuhkan ekonomi kreatif melalui peningkatan pelatihan, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta pelibatan berbagai stakeholder.

Ekosistem yang dibangun Gekrafs Kalsel melibatkan unsur akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan media. Kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi fondasi utama penguatan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

“Ke depan, komunikasi dengan stakeholder, DPP, DPC, dan seluruh jajaran DPW harus semakin intensif. Program kolaboratif akan kita dorong agar pengembangan ekonomi kreatif tidak terpusat, tetapi tumbuh merata di daerah masing-masing,” katanya.

Menurutnya, tanggung jawab DPW tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi memastikan DPC mampu mandiri dan bersama-sama membangun ekonomi kreatif di wilayahnya.

“Inilah posisi dan komitmen kami ke depan,” tutupnya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!