Ekspor Kalsel Desember 2025 Tembus US$996,76 Juta, Naik 6,97%

0
KEPALA BPS KALSEL

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan Mukhamad Mukhanif. (Foto- Redaksi).

Nilai ekspor barang asal Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Desember 2025 tercatat mencapai US$996,76 juta, atau tumbuh 6,97% dibandingkan November 2025 yang sebesar US$931,79 juta.

Secara tahunan, kinerja ekspor juga meningkat 8,19% dibandingkan Desember 2024 yang mencapai US$921,32 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan Mukhamad Mukhanif mengatakan, struktur ekspor Kalsel masih didominasi oleh kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$824,88 juta. Meski menjadi kontributor utama, nilai ekspor kelompok ini tercatat turun 2,35% dibandingkan November 2025 yang mencapai US$844,69 juta.

“Kontributor terbesar kedua berasal dari kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dengan nilai ekspor US$131,17 juta, melonjak 201,41% dibandingkan November 2025 yang sebesar US$43,52 juta,” ujar Mukhamad Mukhanif dalam keterangan resminya di Banjarbaru, seperti dilansir MC Kalsel, Selasa (03/02/2026).

Dia menyebutkan kelompok kayu dan barang dari kayu (HS 44) menempati posisi ketiga dengan nilai ekspor US$17,74 juta, atau naik 19,21% dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat US$14,88 juta.

Berdasarkan kontribusi terhadap total ekspor Desember 2025, bahan bakar mineral menyumbang 82,76%, diikuti lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 13,16%.

Sementara itu, nilai impor Kalimantan Selatan pada Desember 2025 tercatat sebesar US$130,98 juta, turun 14,22% dibandingkan November 2025 yang mencapai US$152,70 juta. Secara tahunan, nilai impor juga mengalami penurunan 9,85% dibandingkan Desember 2024 yang sebesar US$145,30 juta.

Kepala BPS Kalsel menjelaskan, impor Kalsel masih didominasi oleh bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$111,23 juta, atau berkontribusi 84,92% terhadap total impor.

Selanjutnya, impor berasal dari mesin dan peralatan mekanis (HS 84) senilai US$9,44 juta, kapal dan struktur terapung (HS 89) sebesar US$2,55 juta, mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) senilai US$2,28 juta, serta bahan kimia organik (HS 29) sebesar US$2,27 juta.

“Total nilai lima komoditas impor terbesar mencapai US$127,77 juta, atau berkontribusi 97,55% terhadap total impor Desember 2025. Nilai ini turun 14,45% dibandingkan November 2025,” terangnya.

Berdasarkan negara asal, impor Kalimantan Selatan pada Desember 2025 terbesar berasal dari Singapura dengan nilai US$53,28 juta, disusul Malaysia sebesar US$39,59 juta, India sebesar US$22,96 juta, Tiongkok sebesar US$14,74 juta, dan Kanada sebesar US$0,15 juta.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!