BI Yakin Inflasi Tetap di Target 2,5±1%
Foto Ilustrasi - Bank Indonesia.
Bank Indonesia (BI) meyakini laju inflasi nasional akan tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027, seiring konsistensi kebijakan moneter serta kuatnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah pusat maupun daerah.
“Bank Indonesia meyakini inflasi ke depan tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,” ujar Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, dalam keterangan resminya, Senin (02/02/2026), di Jakarta.
Keyakinan tersebut didukung oleh perkembangan inflasi terkini yang menunjukkan tekanan harga masih terkendali. Secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2026 tercatat deflasi 0,15% (mtm), dipengaruhi oleh deflasi pada kelompok volatile food dan administered prices, di tengah inflasi inti yang tetap terjaga.
Ramdan menjelaskan, inflasi inti mencerminkan fundamental permintaan yang stabil dan ekspektasi inflasi yang terjaga dengan baik. “Inflasi inti tetap terkendali sejalan dengan efektivitas kebijakan moneter Bank Indonesia serta terjaganya ekspektasi inflasi,” katanya.
Sementara itu, deflasi pada kelompok volatile food didorong oleh peningkatan pasokan sejumlah komoditas pangan utama, khususnya pada masa panen. Adapun tekanan administered prices relatif terbatas, seiring normalisasi harga energi dan mobilitas masyarakat pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional.
Ke depan, BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), serta mendukung implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional. Langkah ini ditempuh untuk memastikan stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(Olpah Sari).
