Dorong SDM Digital ASEAN, MAFINDO Kalsel Latih Mahasiswa Kalsel

0
MAFINDO

Foto - Humas Mafindo Kalsel.

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan kembali menggelar Pelatihan AI Ready ASEAN secara daring pada Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini diikuti 103 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) digital di kawasan ASEAN.

Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan literasi, pemahaman, serta etika pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang dinilai semakin krusial dalam mendukung daya saing ekonomi digital regional.

AI Ready ASEAN merupakan program kolaborasi ASEAN Foundation dan Google.org yang dilaksanakan di 10 negara ASEAN dengan target menjangkau lebih dari 5,5 juta masyarakat ASEAN.

Program ini difokuskan pada pembekalan keterampilan dasar AI dan literasi digital guna memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi transformasi ekonomi berbasis teknologi.

Di Indonesia, program ini dilaksanakan bersama sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), antara lain MAFINDO, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras.

Dalam pelatihan ini, peserta mengikuti tiga sesi utama, yaitu AI Fundamentals, AI Usage & Implementation, serta AI Ethics, Privacy & Security. Kegiatan ditutup dengan pengisian Learning Management System (LMS) melalui platform institute.mafindo.or.id sebagai syarat kelanjutan pembelajaran dan penerbitan sertifikat.

Person in Charge (PIC) Kegiatan, Ahmad Jamaluddin Islami, mengatakan penguatan kapasitas mahasiswa menjadi kunci agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi digital ASEAN.
“Penguasaan dasar AI dan literasi digital menjadi fondasi penting bagi mahasiswa agar siap masuk ke dunia kerja dan ekosistem inovasi regional. Program ini kami rancang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah MAFINDO Kalimantan Selatan, Sri Astuty, menekankan bahwa pemanfaatan AI harus berjalan seiring dengan kesadaran etika dan tanggung jawab sosial.
“AI adalah alat pendukung produktivitas manusia, bukan pengganti. Dengan pemahaman yang tepat, AI justru dapat mempercepat proses pembelajaran, riset, dan inovasi ekonomi,” jelasnya.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menilai kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan teknologi AI, tetapi juga membuka perspektif tentang peran generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif di kawasan ASEAN.

MAFINDO Kalimantan Selatan berharap program AI Ready ASEAN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa sebagai langkah konkret menyiapkan SDM digital unggul yang mampu bersaing dan berkontribusi dalam ekonomi digital ASEAN.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!