Kejar Wisman Berkualitas, Menpar Gandeng Agoda dan US-ABC

0
ATF 2026-B UTAMA

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bertemu dengan Chief Commercial Officer Agoda, Damien Pfirsch, di sela-sela rangkaian kegiatan ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 di Cebu, Filipina, Rabu (28/1/2026).(Foto - Kemenpar).

Pemerintah Indonesia mempercepat transformasi sektor pariwisata dengan menggandeng mitra global untuk mengejar wisatawan mancanegara (wisman) berkualitas.

Upaya ini ditegaskan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melalui penguatan kerja sama strategis dengan Agoda dan United States–ASEAN Business Council (US-ABC) di sela rangkaian ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 di Cebu, Filipina.

Menpar Widiyanti menegaskan, strategi pariwisata nasional tidak lagi semata berorientasi pada volume kunjungan, melainkan pada peningkatan nilai ekonomi, termasuk belanja wisatawan, lama tinggal, dan kunjungan ulang. Pendekatan ini menjadi kunci untuk mencapai target 16–17,6 juta wisman pada 2026 secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan dengan Chief Commercial Officer Agoda, Damien Pfirsch, Widiyanti membahas penguatan kolaborasi di bidang transformasi digital, pemasaran berbasis data, dan pariwisata berkelanjutan. Integrasi destinasi Indonesia ke dalam ekosistem global Agoda dinilai efektif meningkatkan visibilitas destinasi serta konversi pemesanan.

“Kolaborasi pemasaran strategis dan pemanfaatan platform digital global berkontribusi langsung dalam menghadirkan wisatawan berkualitas dan mendorong repeat visit,” ujar Widiyanti.

Selain pemasaran, pemerintah mendorong penguatan pariwisata berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Agoda, termasuk program Eco Deals, yang sejalan dengan arah kebijakan nasional.

Keberlanjutan dinilai menjadi faktor penentu daya saing destinasi Indonesia di tengah meningkatnya preferensi wisatawan global terhadap destinasi ramah lingkungan.

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas. Kerja sama melalui Agoda Academy dan program pelatihan di Politeknik Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, produktivitas industri, serta standar layanan pariwisata nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Menpar Widiyanti bertemu dengan perwakilan US-ABC untuk membahas penguatan kolaborasi dengan sektor swasta global. Fokus pembahasan mencakup konektivitas, infrastruktur, dan pengembangan wisata pesiar, yang dinilai memiliki multiplier effect signifikan terhadap perekonomian daerah, khususnya kawasan pesisir.

Untuk mendukung pencapaian target wisman 2026, pemerintah juga memperluas kemitraan dengan pelaku industri global seperti Visa, Marriott, Expedia, Airbnb, dan Royal Caribbean Group. Kolaborasi ini diarahkan untuk menyederhanakan proses perjalanan, meningkatkan aksesibilitas, serta mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi digital.

“Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional, devisa, dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan sektor pariwisata dalam jangka panjang,” kata Widiyanti.(Fikri Husaini).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!