Perjalanan Abdul Razak dan Kerinduan Menuju Haul Abah Guru Sekumpul
Setelah tahun lalu bersepeda Abdul Razak memilih naik kendaraan menuju Sekumpul Martapura untuk menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul bulan Desember 2025. (Foto-Dok Pribadi).
Sempat Was-was Karena Pasokan BBM Terganggu di Sumatera Utara Akibat Banjir
Perjalanan Abdul Razak kembali berlanjut setelah ia beristirahat sejenak di SPBU Simpang Kawat Asahan Sumatera Barat. Lelaki yang dikenal karena tekadnya yang kuat ini kembali memacu motor menyusuri daratan Sumatera yang kali ini memberikan tantangan berbeda. Bukan hanya karena jarak yang panjang, tetapi karena ia harus menghadapi antrean berjam jam untuk mendapatkan BBM.
Sebagian wilayah Sumatera Utara sedang mengalami gangguan pasokan setelah banjir bandang dahsyat yang melanda beberapa hari sebelumnya. Situasi itu membuat setiap SPBU dipadati ratusan pengendara yang sama sama menunggu giliran.
Razak memilih bersabar seperti halnya yang lain. Namun keberuntungannya muncul dari kehangatan warga setempat. Banyak dari mereka yang mengenal dan mendukung perjalanannya menuju Haul Abah Guru Sekumpul di Martapura Kalimantan Selatan.

Sejumlah warga bahkan mempersilakan dirinya maju lebih dahulu agar bisa segera mengisi BBM. Tidak sedikit pula yang meminta foto bersama, mengenang kembali sosok pria yang setahun lalu viral karena keberaniannya menempuh perjalanan luar biasa dengan bersepeda dari Serdang Bedagai Sumatera Utara menuju Martapura.
Di antara mereka ada Hajjah Aminah dan suaminya Fatkhan. Pasangan ini merasa senang dapat bertemu langsung dengan salah satu jemaah Haul Abah Guru Sekumpul. Mereka mempersilakan Razak mengisi BBM lebih dahulu dan bahkan membelikan makanan ringan untuk bekal perjalanan.
Dalam wajah keduanya terpancar kebahagiaan sederhana, seolah melihat Razak adalah bagian dari tamu mulia yang sedang menuju panggilan kerinduan spiritual.
Setelah kembali mengisi tenaga Razak melanjutkan perjalanan panjang menuju kawasan Sumatera Utara bagian selatan hingga mendekati perbatasan Jambi dan Riau.
Pada pukul lima belas Wita ia mengabari sahabatnya Jurnalis Senior di Banjarmasin Muhammad Risanta bahwa dirinya telah berada di wilayah Rantau Prapat Sumatera Utara.
Dari titik ini jarak menuju Jambi berkisar lima ratus lima puluh hingga enam ratus lima puluh kilometer. Rutenya tidak selalu mudah karena tidak ada jalur langsung yang mulus ditempuh. Razak harus melalui jalur lintas Sumatera yang panjang dan melewati berbagai kota besar termasuk Pekanbaru sebelum mencapai tujuan berikutnya.
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik. Ada keteguhan hati yang menuntun langkah Razak. Ada pula perhatian masyarakat yang menjadi energi tambahan baginya. Setiap sapaan, setiap uluran tangan, dan setiap doa yang diberikan warga di sepanjang jalan seakan menegaskan satu hal.
Perjalanan menuju Haul Abah Guru Sekumpul bukan hanya perjalanan seorang jemaah tetapi juga perjalanan harapan dan cinta dari banyak orang yang ikut mengantarkan Razak menuju Martapura.(Muhammad Irfani).
