Bank Kalsel Penggerak Ekonomi Warga dari Pasar Rakyat
Foto - Humas Bank Kalsel.
Upaya menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat UMKM di Kantor Kecamatan Banjarmasin Timur, Senin 1 Desember 2025.
Namun di balik ramainya transaksi dan antusiasme warga, tersorot jelas peran strategis Bank Kalsel sebagai mitra utama pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Gelaran pasar rakyat yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi momentum penting jelang periode Natal dan Tahun Baru, saat tekanan inflasi musiman biasanya meningkat.
Bank Kalsel hadir tidak hanya sebagai sponsor, tetapi sebagai pihak yang mengeksekusi intervensi ekonomi langsung kepada masyarakat.
Melalui program CSR, Bank Kalsel menyalurkan 1.200 paket subsidi sembako, sebuah langkah yang secara nyata membantu menjaga daya beli masyarakat berpendapatan rendah. Dari total paket tersebut, 1.000 diserahkan Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti, kepada Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Hj. Ellyana Trisya, disusul 200 paket tambahan yang diserahkan oleh Ketua Ikatan Istri Pegawai Bank Kalsel, Miliyani, kepada TP PKK Kota Banjarmasin.
Mitra Damayanti menegaskan bahwa Pasar Rakyat bukan hanya soal penyaluran bantuan, melainkan bagian dari strategi bersama dalam menjaga stabilitas harga.
“Upaya pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat adalah agenda strategis. Bank Kalsel bangga hadir dan memberikan kontribusi yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Mitra.

Kontribusi Bank Kalsel ini menegaskan peran lembaga keuangan daerah sebagai stabilizer dalam dinamika ekonomi lokal. Di tengah potensi naiknya harga pangan jelang akhir tahun, intervensi subsidi sembako menjadi instrumen penting untuk menahan tekanan inflasi sekaligus mengurangi beban belanja warga.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menilai dukungan Bank Kalsel memperkuat efektivitas pasar rakyat tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi para pelaku UMKM.
“Bank Kalsel hadir bukan hanya sebagai lembaga perbankan, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat,” ujarnya.
Keberadaan pasar rakyat memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet, memperluas pasar, dan menjaga ritme produksi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalsel yang membuka kegiatan menegaskan bahwa pasar rakyat menjadi solusi yang menyeimbangkan dua kepentingan sekaligus: akses harga terjangkau bagi warga, dan ruang pemberdayaan bagi UMKM.
“Kami berharap kegiatan ini memberi peluang lebih luas bagi UMKM untuk maju dan naik kelas,” ujar Ellyana.
Selain penyaluran paket subsidi, kegiatan diisi dengan penyerahan bantuan untuk pelaku UMKM serta dialog terbuka antara pemerintah, sektor perbankan, dan pelaku usaha—menandai pendekatan holistik dalam mendorong ekonomi lokal.
Usai seremoni, warga langsung memanfaatkan layanan pasar rakyat dan meninjau berbagai bantuan yang disalurkan. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pasar rakyat tetap menjadi instrumen kebijakan publik yang efektif, terutama ketika didukung oleh mitra strategis seperti Bank Kalsel.
Dari pasar rakyat inilah Bank Kalsel kembali menegaskan posisinya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, bukan hanya lembaga perbankan daerah. Melalui intervensi nyata, peran strategis Bank Kalsel terbukti memperkuat daya beli, menjaga stabilitas harga, dan mendorong UMKM tetap bergerak di tengah dinamika ekonomi.(Olpah Sari).
