Pasar Modal Kian Diminati Generasi Muda
Sejumlah awak media mendengarkan seksama penjelasan perwakilan BEI saat mengunjungi kantor BEI di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto-Risanta).
Inklusi Keuangan Meningkat, BEI Catat Rekor 19 Juta Investor
Lanskap pasar modal Indonesia kian bergairah. Menutup Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pencapaian impresif.jumlah investor pasar modal nasional menembus 19,15 juta Single Investor Identification (SID).
Kenaikan signifikan ini menandai pergeseran besar perilaku keuangan masyarakat, terutama dari kalangan generasi muda di bawah usia 30 tahun. Dari total tersebut, 4,28 juta investor baru tercatat bergabung sepanjang tahun 202, melonjak 58,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun investor saham mencapai 8,08 juta SID, dengan pertumbuhan 51,2%. Lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menegaskan, tren positif ini adalah hasil kerja bersama antara BEI dan seluruh pemangku kepentingan yang secara konsisten melakukan edukasi dan literasi keuangan di berbagai daerah. Melalui program seperti Sekolah Pasar Modal, Guruku Investor Saham, Road to Capital Market Summit & Expo (CMSE), dan Virtual Trading Competition (VTC), BEI menanamkan pemahaman investasi sejak dini.
“Peningkatan jumlah investor menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi, terutama generasi muda yang kini semakin aktif dan percaya diri di pasar modal,” ujar Iman Rachman dalam keterangan resminya di Jakarta.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, kehadiran IDX Mobile dan platform edukasi daring membuat proses belajar investasi semakin mudah dijangkau. Literasi digital menjadi faktor pendorong utama inklusi pasar modal di kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda.
Hingga akhir Oktober 2025, BEI bersama jaringan Kantor Perwakilan di seluruh Indonesia telah menyelenggarakan 14.993 kegiatan edukasi, dengan partisipasi lebih dari 14,3 juta peserta. Tak hanya teori, sekitar 319 ribu peserta langsung membuka rekening efek setelah mengikuti kegiatan tersebut,bukti bahwa edukasi berbuah partisipasi nyata.
Ajang CMSE 2025 bahkan mencatat lonjakan antusiasme publik. Tercatat 48.308 pengunjung hadir, baik secara langsung maupun virtual, meningkat 12,3% dibanding tahun sebelumnya. Event ini menjadi ruang temu antara investor muda, emiten, dan pelaku industri keuangan yang sama-sama mendorong literasi investasi berkelanjutan.
Analisis Ekonomi: Menuju Demokratisasi Investasi
Kenaikan jumlah investor muda menandai demokratisasi akses investasi. Dulu, pasar modal identik dengan kalangan berduit dan berpendidikan tinggi. Kini, melalui digitalisasi, pasar modal menjadi bagian dari gaya hidup finansial baru.
Fenomena ini juga memperlihatkan perubahan struktur ekonomi mikro masyarakat Indonesia. Daya beli dan preferensi investasi kini bergeser dari konsumtif ke produktif. Semakin banyak anak muda yang mengalihkan dana mereka ke saham, reksa dana, dan obligasi—sebuah sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi berbasis partisipasi publik.
Namun demikian, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas investor. Pertumbuhan kuantitas harus diimbangi dengan pendalaman literasi keuangan, agar semangat investasi tidak bergeser menjadi euforia sesaat tanpa pemahaman risiko.
BEI berhasil membuktikan bahwa inklusi keuangan bukan hanya jargon kebijakan, tetapi strategi konkret memperluas akses ekonomi nasional. Kolaborasi lintas sektor, antara regulator, industri keuangan, akademisi, dan komunitas investor,telah menciptakan momentum baru dalam perjalanan pasar modal Indonesia.
Dengan 19 juta investor aktif dan dominasi anak muda yang melek digital, Indonesia kini berada di jalur menuju ekonomi pasar modal yang inklusif, tangguh, dan berdaulat.(Olpah Sari).
