Menjaga Keseimbangan Bamboe Rafting dan River Tubing dalam Perspektif Pariwisata di Loksado

2
TRAVEL MART 2 OKE

Wisatawan nusantara merasakan sensasi Bamboe Rafting, salah satu warisan budaya kearifan lokal masyarakat pegunungan Meratus, (Foto - Olpah Sari).

Oleh : Muhammad Risanta SE MM

 

Ada satu tempat di Kalimantan Selatan, tepatnya di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang selalu punya cerita tak pernah habis, antara gemericik sungai, hijaunya hutan Meratus, dan tawa para pelancong yang datang dari berbagai penjuru negeri. Di sinilah dua atraksi wisata air tumbuh berdampingan, Bamboe Rafting dan River Tubing.Dua wajah yang berbeda namun sejatinya berasal dari satu rahim, alam Banua yang penuh pesona.

Bamboe Rafting bukan sekadar wisata, ia adalah warisan. Sejak puluhan tahun lalu, masyarakat Dayak Meratus telah mengandalkan bambu sebagai alat transportasi air di sungai-sungai deras Loksado. Di atas susunan batang bambu yang diikat kuat, para lelaki membawa hasil bumi menuju hilir. Kini, tradisi itu bertransformasi menjadi daya tarik wisata yang unik. Setiap kali rakit bambu meluncur di atas sungai Amandit, para wisatawan seperti dibawa menembus waktu,merasakan denyut kehidupan masa lalu yang masih hidup hingga hari ini.

 

Wisatawan Mancanegara menjajal sensasi River Tubing di Loksado dipandu Tour Guide “Bebeh”.(Foto – Koleksi Pribadi Bebeh).

Namun, zaman terus bergerak. Generasi muda datang membawa ide baru, lebih ringan, lebih cepat, dan tentu lebih praktis, River Tubing. Dengan ban karet besar dan pelampung warna-warni, tubing menjadi simbol modernisasi wisata air. Anak-anak muda senang karenanya,lebih bebas, lebih spontan, dan tentu lebih Instagramable. Lalu muncullah pertanyaan, apakah yang lama akan tersisih oleh yang baru?

Jawabannya ada pada satu kata keseimbangan.

Bamboe Rafting dan River Tubing bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru bisa menjadi dua sisi dari satu mata uang pariwisata Loksado. Yang satu menjaga nilai budaya dan kearifan lokal, sementara yang lain membawa inovasi dan semangat baru. Bila disinergikan dengan bijak, keduanya bisa saling menguatkan. Bamboe Rafting menjadi simbol identitas, River Tubing menjadi pintu masuk generasi muda untuk mengenal tradisi.

Pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat lokal punya peran penting di sini. Pengaturan jalur wisata, pembagian waktu penggunaan sungai, hingga promosi terpadu bisa menjadi solusi. Bayangkan, pagi hari wisatawan diajak menyusuri sungai dengan Bamboe Rafting, menikmati tenangnya aliran air dan cerita pemandu tentang leluhur Loksado. Siang harinya, giliran River Tubing mengambil panggung,lebih dinamis, penuh tawa, menyatu dengan alam Meratus yang gagah. Dua pengalaman berbeda dalam satu paket wisata yang utuh.

 

Selain menikmati uniknya Bamboe Rafting, wisatawan Eropa pun menjajal serunya River Tubing. selama liburan di Loksado (Foto – Koleksi Pribadi Bebeh ).

Keseimbangan ini juga harus dijaga dalam konteks lingkungan. Sungai Amandit bukan sekadar tempat bermain, melainkan urat nadi kehidupan warga. Baik bambu maupun ban karet, semuanya harus digunakan dengan kesadaran ekologis. Tidak membuang sampah, tidak merusak tebing sungai, dan tetap menghormati alam sebagai tuan rumah.

Pada akhirnya, pariwisata sejati bukan tentang siapa yang paling cepat menarik wisatawan, melainkan siapa yang paling bijak menjaga keindahan agar tetap lestari. Bamboe Rafting dan River Tubing, jika disatukan dalam visi yang sama, bisa menjadi simbol harmoni antara tradisi dan modernitas, antara manusia dan alam, antara masa lalu dan masa depan.

Loksado telah memberi contoh, bahwa kemajuan tidak harus menyingkirkan kearifan. Bahwa warisan bisa hidup berdampingan dengan inovasi. Dan bahwa sungai, sebagaimana kehidupan, akan terus mengalir indah jika dijaga dengan keseimbangan.

Penulis Adalah Akademisi dan Ahli Pers Dewan Pers.

 

 

2 thoughts on “Menjaga Keseimbangan Bamboe Rafting dan River Tubing dalam Perspektif Pariwisata di Loksado”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!