Transmigrasi Kunci Swasembada Pangan, Ini Penegasan Wamen Viva Yoga!

0
0-3968x2976-0-0-{}-0-24#

Foto Ilustrasi -Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyetir langsung mesin panen Combine saat panen raya di Batola. (Foto-Risanta).

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan optimisme kawasan transmigrasi akan menjadi tulang punggung dalam mewujudkan swasembada pangan, program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan ini disampaikan setelah ia memimpin panen raya di Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru, Barito Kuala, Rabu (20/08/2025). Disaksikan oleh Bupati Batola H. Bahrul Ilmi, jajaran Forkopimda, serta ratusan transmigran, Wamen Viva Yoga menyaksikan langsung hasil panen padi di lahan seluas 320 hektare.

Bahkan dirinya ikut langsung memanen dengan esin panen Combine harvester (alat pertanian yang digunakan untuk memanen padi) di tengah rintik hujan siang hari.

“Kami sangat senang, kawasan transmigrasi menjadi lumbung pangan, salah satunya dari Cahaya Baru,” ujar Wamen saat menjalan mesin panen Combine.

 

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyimak serius info penting dari Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi. (Foto – Tim Diskominfo Batola).

Wamen Transmigrasi juga menjabarkan tiga langkah strategis untuk menggenjot produktivitas. Mulai Sinergi Lintas Sektor, Kementerian Transmigrasi akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, dan Kementerian ATR/BPN. Melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.

Untuk hal ini Wamen Viva Yoga menargetkan kenaikan produktivitas panen dari 6 ton menjadi 8 ton per hektare.

“Jika ini terealisasi, maka tahun depan kita tidak impor,” tegasnya.

Selain dengan kementerian, sinergi juga akan dirajut bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan kawasan transmigrasi sebagai lumbung pangan nasional.

Viva Yoga mendorong agar bantuan senilai Rp4,8 miliar yang telah dikucurkan ke Barito Kuala dapat meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam mengelola kawasan transmigrasi yang ada.

Menurut Wamen, kiat yang diterapkan di Cahaya Baru ini akan menjadi model bagi 154 kawasan transmigrasi prioritas lainnya di seluruh Indonesia. Dengan pola yang sama, ia yakin program transmigrasi tidak hanya mampu menciptakan kesejahteraan, tetapi juga berkontribusi langsung pada kedaulatan pangan nasional.

Bupati Bahrul Ilmi, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kedatangan Wamen.

“Kami berharap apa yang diharapkan oleh Kementerian Transmigrasi dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga Batola menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam hal pertanian,” pungkasnya.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!