OMC TNI AU Berhasil Hadirkan Hujan di Langit Kalimantan
Foto Ilustrasi Berita .
Danlanud Sjamsudin Noor Sebut Ini Bukti Sinergi di Lapangan
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan TNI Angkatan Udara untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah membuahkan hasil.
Misi penyemaian awan yang didukung Pangkalan TNI AU (Lanud) Sjamsudin Noor dilaporkan berhasil memicu turunnya hujan di sejumlah wilayah sasaran.
Keberhasilan tersebut menjadi perkembangan penting di tengah upaya penanganan karhutla dan dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Melalui koordinasi personel di darat dan penerbang di udara, operasi penyemaian bahan modifikasi cuaca dilaksanakan untuk memanfaatkan potensi awan hujan di wilayah yang membutuhkan penanganan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan misi tersebut.
Ia menegaskan, kesiapan pangkalan dan dukungan operasional menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran misi OMC.
“Turunnya hujan adalah jawaban atas ikhtiar dan sinergi kita bersama di lapangan. TNI AU melalui Lanud Sjamsudin Noor tidak akan berhenti mengawal misi OMC ini sampai seluruh ruang udara Kalimantan benar-benar bersih dan bebas dari asap,” tegas Hilman.
Menurutnya, keberhasilan misi ini menunjukkan pentingnya kesiapan personel, dukungan logistik, serta koordinasi antarelemen dalam menjalankan operasi penanganan bencana.
Lanud Sjamsudin Noor berkomitmen mendukung pelaksanaan OMC selama diperlukan sesuai kebutuhan operasi dan kondisi cuaca.

Lima Pesawat TNI AU Dikerahkan
Misi OMC pada Minggu (25/10/2026) melibatkan lima pesawat TNI AU yang bergerak dari apron Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Dukungan pangkalan meliputi penyiapan bahan bakar avtur, pemuatan bahan semai, serta kesiapan fasilitas untuk mempercepat pergantian dan pelaksanaan misi penerbangan.
Operasi penyemaian dilakukan menggunakan beberapa jenis pesawat dengan sasaran wilayah yang berbeda. Pesawat NC-212 A-2107 yang diawaki Mayor Pnb Candra A.W. dan NC-212i A-2119 yang diawaki Kapten Pnb Edwin A. melaksanakan empat sortie penyemaian dry ice di wilayah tenggara Palangka Raya.
Selanjutnya, pesawat NC-212 A-2105 yang diawaki Mayor Pnb Adam N.F. melakukan penyemaian natrium klorida (NaCl) di wilayah selatan Palangka Raya.
Sementara itu, pesawat CN-295 A-2904 yang diawaki Mayor Pnb Ryan P. dan C-130 A-1328 yang diawaki Mayor Pnb Matheus B.L. menjalankan misi di wilayah Pulang Pisau, Katingan, Seruyan, hingga Kotawaringin Timur. Penerbangan dilaksanakan pada ketinggian sekitar 10.000–12.000 kaki, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi operasi.
Pengerahan lima pesawat tersebut memperlihatkan skala dukungan udara dalam upaya menghadirkan hujan buatan.
Kelancaran operasi tidak terlepas dari kesiapan kru pesawat dan personel darat yang memastikan kebutuhan penerbangan terpenuhi sesuai jadwal.
Hujan Menjadi Harapan dalam Penanganan Karhutla
Turunnya hujan di wilayah sasaran diharapkan membantu membasahi lahan, meningkatkan kelembapan, dan mengurangi potensi meluasnya kebakaran.
Bagi wilayah yang terdampak karhutla, tambahan curah hujan dapat membantu upaya pemadaman, meskipun efektivitasnya bergantung pada intensitas dan persebaran hujan serta kondisi kebakaran di lapangan.
OMC dilaksanakan dengan memanfaatkan awan yang memiliki potensi meteorologis untuk menghasilkan presipitasi. Karena itu, keberhasilan misi tidak hanya bergantung pada kesiapan pesawat dan ketepatan penyemaian, tetapi juga pada kondisi atmosfer serta ketersediaan awan yang sesuai.
Danlanud Sjamsudin Noor menegaskan bahwa dukungan TNI AU akan terus diarahkan untuk membantu penanganan karhutla.
Kesiapan pangkalan, menurutnya, menjadi bagian penting dari upaya bersama menghadapi bencana yang berdampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Keberhasilan misi OMC ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla di Kalimantan. Operasi udara tetap perlu berjalan beriringan dengan pemadaman di darat, pemantauan titik panas, dan perlindungan masyarakat dari paparan asap.
Dengan dukungan personel, armada pesawat, dan kesiapan logistik, Lanud Sjamsudin Noor terus mengambil bagian dalam pelaksanaan operasi penanganan bencana.
Hujan yang berhasil dipicu di wilayah sasaran diharapkan memberi dukungan nyata bagi upaya mengurangi dampak karhutla di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.(Olpah Sari).
