Lukman Fadlun Apresiasi Buku Karya Muhammad Risanta

0
LUKMAN BUKU RISANTA

Lukman Fadlun dan Muhammad Risanta (Foto - Dok Economic Travelling.Com).

Dinilai Menginspirasi Wartawan Banua

Peluncuran buku Kata Indonesia dan Menulis Indah Ala Wartawan karya jurnalis Banua dan nasional, Muhammad Risanta, mendapat apresiasi dari tokoh Banjarmasin, Dr. Lukman Fadlun, SH, MH.

Lukman Fadlun, yang dikenal sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, menilai kedua buku tersebut mencerminkan kemampuan penulis dalam menuangkan gagasan, mengolah pemikiran, serta memotret berbagai fenomena di sekitarnya menjadi karya tulis yang bernilai.

Menurutnya, kemampuan menghasilkan buku di tengah kesibukan sebagai jurnalis profesional bukanlah hal sederhana.

Terlebih, Muhammad Risanta masih aktif menjalankan tugas jurnalistik sebagai jurnalis CNN Indonesia, salah satu televisi swasta nasional di bawah naungan Transmedia Group, sekaligus mengajar di perguruan tinggi di Banjarmasin.

“Saya mengapresiasi sekali, karena sangat jarang di Kalsel ada wartawan yang bisa menulis buku. Kalau pun ada, bisa dihitung dengan jari. Jadi, kehadiran buku yang ditulis wartawan sekelas Muhammad Risanta sangat menginspirasi,” tutur Lukman Fadlun.

Ia menilai, karya tulis yang lahir dari pengalaman seorang wartawan memiliki nilai tersendiri.

Profesi jurnalistik menuntut kemampuan mengamati peristiwa, menggali informasi, melakukan verifikasi, serta menyampaikan fakta dan gagasan secara jelas kepada masyarakat.

“Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menghasilkan buku yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan perspektif penulis terhadap realitas sosial,” katanya lagi.

 

Foto Ilustrasi- Dok Economic Travelling.Com

Buku Kata Indonesia dan Menulis Indah Ala Wartawan juga menjadi gambaran bahwa aktivitas jurnalistik dapat dikembangkan menjadi karya literasi yang lebih luas.

Pengalaman lapangan, ketajaman pengamatan, dan kemampuan mengolah informasi merupakan bekal penting bagi wartawan untuk menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi pembaca.

Apresiasi Lukman tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi insan pers di Kalimantan Selatan untuk terus mengembangkan tradisi menulis. Wartawan tidak hanya dituntut menghasilkan berita setiap hari, tetapi juga memiliki peluang untuk mendokumentasikan pengalaman, pemikiran, dan dinamika masyarakat melalui buku.

Di tengah kesibukan profesi dan tuntutan kecepatan pemberitaan, penerbitan buku membutuhkan konsistensi, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam mengembangkan gagasan menjadi karya yang utuh.

Kehadiran buku karya Muhammad Risanta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wartawan muda, akademisi, dan masyarakat luas untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menjadikan pengalaman profesional sebagai sumber pengetahuan.

Lebih dari sekadar karya personal, penerbitan buku oleh seorang jurnalis merupakan kontribusi bagi pengembangan pemikiran, dokumentasi sosial, dan pengayaan literasi di Kalimantan Selatan.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!