Terimakasih Wali Kota Banjarmasin, Air Bersih Untuk Kuin Cerucuk !

0
KUIN CERUCUK

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin meninjau langsung penyaluran bantuan air bersih di Jalan Kuin Selatan, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kamis (1/10/2026) sore.. (Foto - Media Center Banjarmasin).

Sudah sekitar satu bulan warga Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kalimantan Selatan, menghadapi persoalan air bersih.

Air ledeng yang mengalir ke rumah-rumah warga berdebit kecil, bahkan terasa asin sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih dari Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PT Air Minum Bandarmasih menjadi penopang kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin meninjau langsung penyaluran bantuan air bersih di Jalan Kuin Selatan, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kamis (1/10/2026) sore.

Sebanyak empat tandon air bersih disiapkan PT Air Minum Bandarmasih di sejumlah titik untuk memudahkan warga memperoleh pasokan air selama kemarau panjang dan keterbatasan air baku masih berlangsung.

“Kita bersama Kapolresta, jajaran direksi PAM Bandarmasih dan juga komisaris memantau sekaligus menyalurkan air bersih. Di Kelurahan Kuin Cerucuk ini ada empat tandon,” ujar Yamin.

Menurutnya, distribusi air dilakukan menggunakan mobil tangki yang memasok air ke tandon-tandon penampungan. Langkah tersebut ditempuh untuk membantu wilayah yang belum terjangkau layanan air bersih secara optimal.

“Memang ini adalah wilayah yang tidak sampai tersalurkan air. Sehingga kita mengantisipasinya dengan menyiapkan tandon dan mengantar menggunakan mobil tangki. Mungkin ada juga di beberapa daerah lain,” jelasnya.

Yamin mengatakan, bantuan akan terus disalurkan hingga kondisi air baku kembali normal. Pemerintah berharap kemarau panjang segera berakhir agar pelayanan distribusi air kepada masyarakat dapat pulih seperti sediakala.

“Tentunya kita berharap ini bisa cepat berlalu dan kondisinya cepat pulih lagi. Untuk di Kelurahan Kuin Cerucuk ada empat tandon, di empat titik lokasi untuk penyaluran air bersih,” katanya.

Ia memastikan distribusi air bersih tetap dilakukan selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan pasokan.

“Ya, tentunya akan berlangsung seperti ini sampai keadaan nanti normal dan air bakunya normal. Setelah normal air bakunya, saya rasa sudah tidak lagi seperti hal yang saat ini terjadi, karena air bakunya memang agak terbatas,” ungkapnya.

 

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR berdiskusi ringan dengan Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih Banjarmasin. (Foto – Media Center Banjarmasin).

Air Asin, Warga Terpaksa Membeli Air Galon

Bagi warga Kuin Cerucuk, persoalan air bersih bukan sekadar gangguan pelayanan, melainkan menyangkut kebutuhan dasar rumah tangga, mulai dari memasak, minum, hingga mencuci bahan makanan.

Rahmadina, salah seorang warga, mengaku gangguan air ledeng telah dirasakan sekitar satu bulan. Air terkadang masih mengalir, tetapi debitnya kecil dan terasa asin sehingga tidak dapat digunakan untuk konsumsi.

“Sebulan yang lalu air ledeng di sini tidak jalan. Bisa juga jalan, cuma tidak deras keluarnya dan airnya asin. Semoga airnya berjalan normal, tidak asin lagi, supaya tidak sulit untuk dikonsumsi,” ujar Dina.

Sebelum bantuan air bersih tersedia, ia harus membeli air dari luar dengan harga sekitar Rp5.000 per galon.

Bantuan yang disalurkan pemerintah dan PAM Bandarmasih pun sangat membantu kebutuhan keluarganya.

“Alhamdulillah, ada bantuan ini bisa teratasi untuk sehari-hari. Air ini digunakan untuk diminum dan untuk masak-masak di dapur, terimakasih Wali Kota Banjarmasin, ” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Acil Amun. Ia menyebut gangguan air bersih di lingkungannya telah berlangsung sekitar tiga bulan, dengan kondisi semakin parah dalam satu bulan terakhir karena air yang mengalir terasa sangat asin.

“Sudah lama, sekitar tiga bulanan. Tapi yang parah ini sudah satu bulan lebih, airnya masin (asin) banget. Airnya tetap jalan, tapi asin dan tidak bisa diminum,” tuturnya.

Menurut Amun, bantuan air bersih sangat berarti bagi keluarganya. Dalam sehari, kebutuhan air untuk satu keluarga mencapai sekitar 50 liter, yang digunakan untuk minum, memasak, hingga mencuci sayur, ikan, dan beras.

“Alhamdulillah ada bantuan. Kami berterima kasih kepada semua petugas dan dinas-dinas yang membantu. Satu keluarga sekitar 50 liter setiap hari sudah cukup untuk mencuci sayur, ikan, beras, untuk minum dan masak-masak,” jelasnya.

Ia menyebut bantuan air bersih didistribusikan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Kamis dan Minggu.

“Tidak setiap hari, seminggu dua kali, hari Kamis dan hari Minggu. Alhamdulillah cukup,” pungkas Amun.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi, Camat Banjarmasin Barat Amrullah, jajaran direksi dan komisaris PAM Bandarmasih, serta pihak terkait lainnya.

Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PAM Bandarmasih memastikan bantuan air bersih terus disalurkan selama keterbatasan air baku masih berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.(Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!