Dari Sebatang Lidi, UMKM Balangan Belajar Tumbuh Bersama

0
BUMA

Adaro Spectapreneur 2026 yang tahun ini diikuti 109 pelaku UMKM Balangan. Kegiatan kick off tidak hanya dihadiri peserta baru, tetapi juga para alumni Adaro Spectapreneur dari tahun-tahun sebelumnya. (Foto - Humas Adaro Indonesia).

Sebatang lidi mungkin terlihat sederhana. Ketika digunakan sendiri untuk menyapu, ia mudah patah.

Namun ketika puluhan, bahkan ratusan lidi disatukan, kekuatannya berubah dan mampu membersihkan halaman yang luas.

Perumpamaan sederhana itu disampaikan CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan saat membuka Adaro Spectapreneur Kabupaten Balangan 2026 di Aula Arraudah Balangan, Kamis (24/9/2026).

Bagi Iwan, filosofi lidi tersebut menggambarkan pentingnya keterhubungan dan kolaborasi antarpelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam membangun kekuatan ekonomi lokal.

“Satu batang lidi kalau digunakan untuk menyapu akan sangat mudah patah. Tapi ketika bersama, tergabung dengan batang lidi yang lain, dia akan mampu membersihkan,” kata Iwan.

Pesan tersebut menjadi salah satu semangat dalam pelaksanaan Adaro Spectapreneur 2026 yang tahun ini diikuti 109 pelaku UMKM Balangan. Kegiatan kick off tidak hanya dihadiri peserta baru, tetapi juga para alumni Adaro Spectapreneur dari tahun-tahun sebelumnya.

Pertemuan antara peserta dan alumni itu sekaligus menjadi ruang untuk membangun jejaring. UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan memiliki kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, pengetahuan, hingga membuka peluang kerja sama usaha.

 

CSR Department Head PT Adaro Indonesia,Iwan Ridwan. (Foto – Humas Adaro Indonesia).

Ketua Panitia Pelaksana Adaro Spectapreneur 2026, Akhmad Fahreza, mengatakan program tahun ini dirancang dengan sejumlah kegiatan yang dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan kapasitas dan usahanya.

Program tersebut meliputi lomba inovasi bisnis, Adaro Specta School, pendampingan perizinan usaha, hingga bazar UMKM.

“Kami berharap adanya kegiatan ini dapat memberi dampak kepada para pelaku UMKM,” ujar Fahreza.

Adaro Spectapreneur 2026 digagas bersama PT Saptaindra Sejati (SIS) dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) dengan mengusung tema “UMKM Balangan untuk Masa Depan, Terhubung Kuat, Berinovasi, dan Tumbuh Melesat.”

Tema tersebut menempatkan inovasi dan jejaring usaha sebagai bagian penting dari proses penguatan UMKM di Balangan.

Menurut Iwan, hubungan yang kuat dan saling terhubung antar-UMKM menjadi salah satu modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Adaro Spectapreneur, kata dia, tidak sekadar menjadi ajang kompetisi atau pelatihan, tetapi diharapkan mampu melahirkan inovasi yang kemudian berkembang menjadi budaya dalam menjalankan usaha.

“Adaro Spectapreneur menjadi ajang melahirkan inovasi dan menjadikan inovasi itu sebagai budaya UMKM yang mampu menguatkan UMKM dalam setiap kondisi,” katanya.

Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai bentuk pembelajaran, termasuk memperluas wawasan kewirausahaan, meningkatkan legalitas usaha, serta mendorong pemenuhan standar dan jaminan kualitas produk.

Bagi Iwan, aspek tersebut penting karena UMKM yang ingin berkembang membutuhkan fondasi usaha yang semakin kuat. Legalitas memberikan kepastian dalam menjalankan usaha, sementara kualitas produk menjadi modal untuk memperluas pasar dan membangun kepercayaan konsumen.

 

FIlosofi lidi menggambarkan pentingnya keterhubungan dan kolaborasi antarpelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam membangun kekuatan ekonomi lokal.( Foto – Humas Adaro Indonesia).

Pendampingan, pembinaan, dan pembelajaran yang dilakukan Adaro bersama perusahaan mitra, lanjut Iwan, merupakan bagian dari proses mempersiapkan masyarakat agar semakin mandiri dan memiliki kemampuan untuk melanjutkan pengembangan usaha secara berkelanjutan.

“Sehingga, saat Adaro tutup tambang nanti, masyarakat sudah siap, mandiri, dan bisa menelurkan ilmu ke banyak masyarakat lainnya,” terang Iwan.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM ditempatkan sebagai bagian dari proses membangun kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Ketika aktivitas pertambangan suatu saat berakhir, masyarakat diharapkan telah memiliki kemampuan, jejaring, dan sumber penghidupan yang dapat terus berkembang.

Pemerintah Kabupaten Balangan menyambut baik pelaksanaan Adaro Spectapreneur yang secara rutin digelar untuk mendukung perkembangan UMKM daerah.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Balangan M. Noor, yang mewakili Bupati Balangan, mengatakan produk UMKM dapat menjadi salah satu identitas dan ciri khas sebuah daerah.

Karena itu, ia berharap pengembangan UMKM Balangan tidak berhenti pada peningkatan jumlah pelaku usaha, tetapi diikuti dengan semakin luasnya akses pasar.

“Mudah-mudahan pasar UMKM semakin berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing, mampu memiliki pasar yang tembus ke daerah lain maupun luar negeri,” jelasnya.

Bagi UMKM Balangan, pesan tentang sebatang lidi itu menjadi gambaran sederhana mengenai pentingnya membangun kekuatan secara bersama. Sebab, usaha kecil yang berjalan sendiri mungkin memiliki keterbatasan, tetapi ketika pelaku usaha saling terhubung, berbagi pengetahuan, membuka akses pasar, dan berkolaborasi, kekuatan ekonomi lokal dapat tumbuh lebih besar.

Adaro Spectapreneur 2026 pun tidak sekadar berbicara tentang bagaimana UMKM bertahan hari ini, melainkan bagaimana usaha masyarakat Balangan memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berdiri lebih mandiri pada masa depan.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!