Kerennya Kader PKK Menjadi Penyuluh Koperasi
Menjadi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tidak hanya berkaitan dengan penyuluhan kesehatan, gizi, maupun pola asuh anak.
Di tengah peran tersebut, kader PKK juga dituntut memiliki kemampuan dan wawasan yang lebih luas, termasuk ikut menggerakkan perekonomian masyarakat melalui koperasi.
Semangat itu terlihat dalam Lomba Penyuluh Koperasi yang menjadi salah satu rangkaian Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Hotel Novotel Banjarbaru, Selasa (14/9/2026) siang.
Para kader PKK dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan tampil di hadapan dewan juri dengan membawa gagasan dan cara penyampaian masing-masing.
Mereka tidak sekadar berbicara tentang koperasi, tetapi berusaha mengemas materi penyuluhan agar mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Di hadapan tiga juri, yakni Welda Triana, Muhammad Risanta, dan Yulian Ridhany Nocktah, para peserta menyampaikan ide-ide segar sesuai tema Penyuluhan Koperasi secara Umum.

Kemampuan para kader dalam menyampaikan materi menjadi bagian penting dalam lomba. Mereka ditantang menjelaskan koperasi dengan bahasa yang komunikatif, sekaligus menunjukkan bagaimana koperasi dapat menjadi bagian dari kehidupan ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Peran kader PKK sebagai penyuluh koperasi sejalan dengan semangat 10 Program Pokok PKK, khususnya pada aspek pengembangan kehidupan berkoperasi,” terang Yulian Ridhany Nocktah, salah satu tim juri.
Lebih jauh pria yang juga pejabat Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel ini lewat lomba penyuluhan ini, kader diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program di tingkat masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak yang mengenalkan manfaat koperasi kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Tema Jambore Kader PKK Se-Kalimantan Selatan 2026, “Dari Kader untuk Banua, Membangun Keluarga Berkualitas”, semakin mempertegas luasnya peran kader dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat.
Jambore tersebut berlangsung selama tiga hari, 14-16 September 2026, dan diikuti sekitar 130 kader PKK dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Lomba Penyuluh Koperasi menjadi salah satu gambaran bahwa kader PKK memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai kompetensi. Dari persoalan kesehatan keluarga hingga pemberdayaan ekonomi, kader dituntut mampu hadir dengan pengetahuan yang relevan dan dapat diterapkan di tengah masyarakat.
“Ini merupakan tantangan tersendiri,karena kita juga harus mampu menanamkan pola pemikiran yang berbeda, agar masyarakat cepat paham tentang koperasi. Namanya kader PKK ya harus siap menyampaikan edukasi atau info terpenting bagi masyarakat,” tutur Tias salah satu peserta dari Tanah Laut.

Antusiasme peserta dalam lomba juga memperlihatkan bahwa koperasi dapat diperkenalkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga.
“Ketika kader mampu menjelaskan koperasi dengan bahasa sederhana dan contoh yang konkret, pesan tentang ekonomi kerakyatan menjadi lebih mudah diterima masyarakat,” ujar Welda Triana, salah satu tim juri yang mengapresiasi semangat para peserta.
Lomba Penyuluhan Koperasi di Jambore PKK Kalsel, para kader tidak hanya menunjukkan kemampuan berbicara di depan publik. Mereka juga memperlihatkan bahwa pemberdayaan keluarga dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi.(M.Irfani).
