Mahasiswa Universitas Cahaya Bangsa Diajak Cerdas Memilih

0
KULIAH UMUM UCB

Kuliah umum bertajuk “Gen Z & Democracy: Kontribusi Pendidikan Tinggi dalam Mewujudkan Pemilih Cerdas dan Demokrasi Substantif”. (Foto - Dok Humas Unversitas Cahaya Bangsa).

Generasi Z memiliki posisi penting dalam menentukan arah demokrasi Indonesia.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya memahami politik sebagai urusan pemilu dan pencoblosan, tetapi perlu memiliki kemampuan membaca informasi, mengenali rekam jejak calon, serta menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut mengemuka dalam kuliah umum bertajuk “Gen Z & Democracy: Kontribusi Pendidikan Tinggi dalam Mewujudkan Pemilih Cerdas dan Demokrasi Substantif” yang digelar Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum dan Bisnis, Universitas Cahaya Bangsa (UCB), Kamis, 10 September 2026, di Kuala Kapuas, Kalteng.

Kegiatan dibuka Ketua Program Studi S1 Ilmu Hukum UCB, Mieke Aprilia Utami, S.H., M.Kn., dan menghadirkan Komisioner KPU Dina Mariana sebagai narasumber.

Di hadapan mahasiswa, Dina mengingatkan bahwa generasi muda merupakan kelompok pemilih yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan demokrasi. Besarnya jumlah pemilih muda perlu diikuti dengan kemampuan memilah informasi agar pilihan politik tidak mudah dibentuk oleh kabar yang belum terverifikasi.

Ruang digital menjadi salah satu tantangan terbesar. Arus informasi bergerak cepat melalui media sosial, sementara tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Mahasiswa karena itu dituntut tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu menjadi pembaca informasi yang kritis.

 

Foto – Dok Universitas Cahaya Bangsa.

Literasi politik dan digital menjadi bagian penting dalam membangun pemilih yang matang. Mahasiswa perlu memahami perbedaan antara informasi, opini, propaganda, disinformasi, dan berita palsu sebelum menentukan sikap politik.

Demokrasi juga tidak berhenti pada datang ke tempat pemungutan suara. Demokrasi substantif membutuhkan warga negara yang memahami hak dan kewajibannya, mengetahui bagaimana negara bekerja, serta mampu mengawasi jalannya pemerintahan setelah proses pemilihan selesai.

Bagi mahasiswa hukum, pemahaman tersebut memiliki dimensi yang lebih luas. Demokrasi berkaitan erat dengan konstitusi, hukum, hak warga negara, serta mekanisme penyelenggaraan negara. Karena itu, kampus memiliki ruang strategis untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam kehidupan demokrasi.

Kuliah umum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa UCB untuk melihat demokrasi dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Suara yang diberikan dalam pemilu bukan sekadar pilihan di atas kertas, melainkan bagian dari keputusan politik yang dapat memengaruhi arah kebijakan publik dan masa depan bangsa.

Di tengah derasnya arus informasi digital, menjadi pemilih cerdas berarti berani berhenti sejenak sebelum percaya, memeriksa sebelum membagikan, dan mempertimbangkan rekam jejak sebelum menentukan pilihan.

Bagi Gen Z, demokrasi akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang dipilih, tetapi juga tentang bagaimana pilihan itu lahir dari pengetahuan, kesadaran, dan tanggung jawab sebagai warga negara.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!