Rumah Disulap Jadi “Indonesia Idol”

0
LOMBA NYANYI

Para Finalis Lomba Nyanyi ala "Indonesia Idol" Warga Komplek Taman Citra Pesona Langit, Landasan Ulin Barat, Banjarbaru. (Olpah Sari).

Lomba Nyanyi Kreatif Warga Citra Pesona Langit Bikin Komplek Geger

Tak perlu panggung megah atau gedung pertunjukan untuk menghadirkan hiburan yang meriah. Warga Kompleks Citra Pesona Langit, Landasan Ulin Barat, Banjarbaru, justru menyulap sebuah rumah menjadi panggung hiburan yang mengundang gelak tawa.

Melalui Lomba Nyanyi Kreatif Antar Warga, kediaman tokoh kompleks, H Roesmamilu, berubah suasana layaknya studio ajang pencarian bakat Indonesia Idol. Warga komplek setempat datang sebagai peserta sekaligus suporter, menciptakan suasana penuh keakraban dan keceriaan.

Lomba yang dipimpin Dr Ernawati selaku ketua panitia itu tidak sekadar mencari siapa yang paling merdu bernyanyi. Kreativitas dan keberanian tampil menjadi bagian dari keseruan acara.Keseruan ini membuat Tim Juri yang didatangkan dari luar, Muhammad Risanta (CNN Indonesia), Diana (Penggiat Seni dan Pariwisata serta Koperasi), harus bekerja keras menilai penampilan terbaik para peserta.

Di kategori wanita, Hajjah Irus berhasil merebut juara pertama. Posisi runner-up diraih Bunda Wiwik, sedangkan posisi ketiga ditempati Mama Icha.

 

Para Juara Katagori Pria yang rata-rata bersuara merdu. (Foto – Olpah Sari).

Persaingan di kategori pria juga tak kalah menarik. Wahyu keluar sebagai juara pertama dengan suara yang dinilai sudah seperti penyanyi profesional.

Sementara itu, Gatot berada di posisi kedua dengan karakter suara yang disebut-sebut mirip penyanyi legendaris Broery Marantika. Posisi ketiga diraih Taufik, yang tampil dengan karakter vokal ala Chrisye.

Namun, bukan hanya lomba bernyanyi yang membuat warga terpingkal-pingkal.

Kemeriahan berlanjut melalui lomba merias wajah ala artis secara berpasangan. Aturannya cukup unik sekaligus mengundang rasa penasaran.

Orang yang bertugas merias harus menutup matanya dengan kain dan melakukan riasan dalam kondisi tidak bisa melihat wajah orang yang dirias.

Hasilnya sudah bisa ditebak. Sapuan bedak dan kosmetik tidak lagi mengenal batas wajah. Ada yang cemong, riasan tidak simetris, bahkan hasil akhirnya jauh dari bayangan wajah artis yang diinginkan.Inilah yang membuat hiburan tersendiri bagi warga, dalam memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, meskipun digelar di penghujung Agustus 2026.

 

Para Lomba merias Wajah Warga Komplek Citra Pesona Langit, Landasan Ulin Barat, Banjarbaru. (Foto – Olpah Sari).

Begitu kain penutup mata dibuka dan hasil riasan diperlihatkan, penonton dan para suporter langsung pecah. Gelak tawa terdengar melihat wajah peserta yang berubah dengan riasan yang boleh dibilang hancur-hancuran, tetapi sukses menghibur semua yang hadir.

Menariknya lagi, seluruh rangkaian lomba tidak digelar di panggung terbuka seperti kebanyakan acara warga. Rumah besar milik H Roesmamilu disulap menjadi studio mini “Indonesia Idol”.

Ruang rumah menjadi arena pertunjukan. Warga yang datang menjadi penonton sekaligus suporter. Sementara para peserta tampil seolah-olah sedang berada di panggung pencarian bakat di televisi.

Suasana seperti ini justru membuat lomba terasa lebih dekat. Tidak ada jarak antara peserta, penonton, panitia dan warga. Semua larut dalam satu acara yang sederhana, tetapi penuh tawa.

Ketua Panitia Dr Ernawati mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul dan mempererat hubungan antartetangga.

Bagi warga Kompleks Citra Pesona Langit, lomba ini akhirnya bukan semata-mata tentang mencari penyanyi terbaik.

Ada yang datang untuk bernyanyi, ada yang ingin menjadi suporter, ada yang ikut merias, dan ada pula yang datang hanya untuk tertawa bersama.

Sebab, di tengah kesibukan masing-masing, terkadang yang dibutuhkan warga bukan acara yang mewah. Cukup satu rumah, satu panggung kecil, sedikit keberanian untuk tampil, dan banyak tawa untuk membuat satu komplek kembali terasa seperti keluarga.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!