Paskibraka Batola Ditempa Berhari-hari

0
DIKLAT PASKIBRA

proses Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Paskibraka Kabupaten Barito Kuala (Batola) Tahun 2026.(Foto - Diskominfo Batola).

Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan hanya tentang kemampuan mengibarkan Sang Merah Putih pada momentum peringatan kemerdekaan.

Di balik tugas tersebut terdapat proses panjang membangun disiplin, mental, dan karakter generasi muda.

Hal itu terlihat dalam proses Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Paskibraka Kabupaten Barito Kuala (Batola) Tahun 2026.

Sebanyak calon Paskibraka Batola terus menjalani pembinaan intensif dengan progres latihan yang semakin menunjukkan perkembangan positif. Adaptasi fisik dan penguasaan materi latihan disebut telah mencapai sekitar 70 persen.

Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Kuala, Ikhwan Ridany, mengatakan perkembangan peserta berjalan sesuai target.

“Dimulai sejak 2 Agustus hingga hari ini , Senin 8 Agustus 2026, artinya sudah berjalan delapan hari. Target kita tanggal 15 Agustus seluruh materi sudah selesai. Saat ini diperkirakan 70 persen anak-anak sudah terbiasa dengan langkah-langkah dan ritme latihan,” ujar Ikhwan di Lapangan 5 Desember Marabahan, Senin (10/8/2026) kemarin.

Menurutnya, pemusatan latihan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan peserta sebelum menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

Tidak Sekadar Baris-Berbaris

Selama masa diklat, para peserta tidak hanya ditempa melalui latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tetapi juga mendapatkan pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.

Latihan fisik berlangsung sejak pagi hingga sore hari di Lapangan 5 Desember Marabahan. Setelah itu, para peserta menjalani karantina di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Marabahan untuk mengikuti pembekalan materi teori pada malam hari.

Lima materi utama menjadi bagian dari proses pendidikan, yakni pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Karakter Bangsa, Revolusi Mental, Literasi Digital, serta Kepaskibrakaan dan Kewarganegaraan.

Materi tersebut dirancang agar anggota Paskibraka tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai nilai kebangsaan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus.

Menyiapkan Pengibar Merah Putih dan Pemimpin Masa Depan

Bagi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, pembinaan Paskibraka merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia.

Nilai disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab yang dibangun selama pelatihan diharapkan menjadi bekal bagi para peserta dalam kehidupan setelah menjalankan tugas upacara.

Menjelang puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, panitia telah menyiapkan rangkaian akhir kegiatan.

Sabtu, 15 Agustus 2026, seluruh peserta pun mengikuti geladi bersih rangkaian upacara sejak pagi hingga sore hari.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan salat hajat bersama tingkat Kabupaten Barito Kuala. Selanjutnya, pukul 20.00 WITA, dilakukan pengukuhan resmi Paskibraka Kabupaten Barito Kuala Tahun 2026.

Dengan persiapan fisik, mental, dan wawasan kebangsaan yang dilakukan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala optimistis pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di daerah tersebut dapat berlangsung dengan khidmat dan sukses.

Lebih dari sekadar barisan pengibar bendera, para calon Paskibraka Batola sedang menjalani proses pembentukan karakter untuk menjadi generasi muda yang siap membawa masa depan daerah.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!