Catatan Capaian Kalsel dalam Hari Jadi ke-76 Kalsel
Gubernur Kalsel H Muhidin dan Wakil Gubernur Kalsel Hasnuriyadi Sulaiman, masing-masing bersama istri saat menuju Masjid Syech Muhammad Arsyad Al-Banjary. (Foto-Biro Adpim Kalsel).
Peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi pemerintah provinsi menyampaikan catatan capaian pembangunan selama 2026.
Dari Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Gubernur Kalsel H Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman memaparkan sejumlah hasil yang dicapai pemerintah daerah bersama berbagai unsur masyarakat.
Salah satu catatan penting adalah posisi Kalimantan Selatan yang masuk lima besar nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah berkinerja tinggi. Kalsel menjadi satu-satunya provinsi dari luar Pulau Jawa yang masuk dalam jajaran tersebut.
Catatan lain datang dari pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah Provinsi Kalsel kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang sekaligus menjadi raihan ke-13 secara berturut-turut.
Prestasi tersebut menjadi salah satu indikator konsistensi pemerintah daerah dalam mempertahankan tata kelola keuangan dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Pada sektor kesejahteraan masyarakat, Kalsel mencatat capaian yang juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Provinsi ini meraih predikat terbaik di Regional Kalimantan dan peringkat kedua nasional dalam penanganan stunting dan kemiskinan.
Capaian tersebut turut diikuti insentif fiskal sebesar Rp3 miliar.
Muhidin dalam sambutannya menyebut berbagai penghargaan yang diterima Kalsel sepanjang 2026 tidak berdiri sendiri.
Prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, lembaga masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Penghargaan nasional juga diraih Kalsel dalam sejumlah bidang, antara lain pendidikan, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pengelolaan BUMD dan lingkungan hidup.
Di tengah catatan prestasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel juga mulai menyiapkan agenda pembangunan yang memiliki orientasi jangka panjang. Salah satunya pembangunan jalan poros lintas tengah yang menghubungkan Banjarbaru, Kabupaten Banjar hingga Tabalong.
Ruas jalan tersebut dirancang sebagai kelanjutan jalur Sungai Ulin–Mataraman dengan panjang sekitar 30 kilometer dan lebar kurang lebih 30 meter.
Tahapan persiapannya telah dimulai. Studi kelayakan atau feasibility study dilakukan pada 2025. Pemerintah kemudian menyiapkan tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED), AMDAL dan pembebasan lahan sebelum pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada 2027.
Rencana tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Hari Jadi ke-76 Kalsel tidak semata menjadi panggung untuk mencatat penghargaan yang telah diperoleh. Momentum itu juga digunakan pemerintah daerah untuk menyampaikan arah pembangunan berikutnya.
Catatan capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi perjalanan Kalsel sekaligus pijakan untuk menghadapi agenda pembangunan yang lebih besar.
Dari tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan, penanganan stunting dan kemiskinan hingga pembangunan infrastruktur, Hari Jadi ke-76 Kalsel menjadi momentum untuk melihat sejauh mana kerja pemerintah telah menghasilkan capaian dan apa yang masih harus dikerjakan setelah peringatan hari jadi berakhir.(Olpah Sari).
